JAKARTA - PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) menargetkan dapat meraih laba Rp17 miliar tahun ini. Peningkatan laba didorong oleh target kenaikan pendapatan sebesar Rp500 miliar atau naik sekitar 70% dari tahun sebelumnya.
Direktur Utama Eddy Purwanto Winata mengatakan, tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp65 miliar yang berasal dari dana internal dan pinjaman perbankan.
Dia mengatakan, tahun ini perseroan akan fokus pada peningkatan kinerja internal perusahaan, terutama untuk distribusi jenis logistik bahan bakar.
"Kita melakukan kerjasama dengan Pertamina, kita coba tebusan lebih banyak lebih tinggi. Target sales kita bisa naik lebih dari 50% hingga 60% kalau bisa ya dua kali lipat karena kita akan memperkuat trading energy kita," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (6/4/2018).
Baca Juga: Lepas 150 Juta Saham Lewat IPO, Indah Prakasa Incar Dana Rp41,40 Miliar
Selain itu, perusahaan juga menargetkan pembelian truk sebanyak 36 hingga 40 truk untuk kepentingan logistik. Saat ini perusahaan telah memiliki 250 unit truk.
Untuk keperluan tersebut, perusahaaan mengeluarkan dana investasi sebesar Rp40 miliar hingga Rp45 miliar.
Di samping itu perusahaan akan memanfaatkan dana yang terhimpun dari Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp41,4 miliar untuk melakukan akuisisi atas 99% saham PT Jono Gas Pejagalan, yang dimiliki oleh pihak afiliasi.
Adapun Jono Gas Pejagalan sendiri telah memiliki penjualan hingga Rp60 miliar-Rp70miliar dengan laba sekitar Rp5 miliar-Rp6 miliar. Dengan nilai akuisisi total mencapai Rp19 miliar-Rp20 miliar yang prosesnya sendiri telah selesai.
"Dengan akuisisi itu otomatis penjualan kita akan naik Rp60 miliar-Rp70 miliar, dan laba kita akan naik sekitar Rp5 miliar-Rp6 miliar," kata dia.
Baca Juga: Lepas 150 Juta Saham Lewat IPO, Indah Prakasa Incar Dana Rp41,40 Miliar
Sekadar informasi, perusahaan perdagangan, transportasi, dan jasa logistik terpadu, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk hari ini resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan dengan kode saham INPS menjadi perusahaan kelima tahun yang tercatat di pasar modal tahun 2018 sehingga menambah total perusahaan di pasar modal menjadi 570. Perusahaan melepas 150 juta saham.
(Dani Jumadil Akhir)