nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alami Kerugian, Indah Prakasa Sentosa Tahan Pembagian Dividen 2018

Senin 15 April 2019 11:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 15 278 2043618 alami-kerugian-indah-prakasa-sentosa-tahan-pembagian-dividen-2018-TxHrNE9tjM.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) memutuskan untuk tidak membagikan dividen atas tahun buku 2018 karena perseroan masih mencatatkan rugi. Hal tersebut menjadi keputusan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

”Perseroan mengusulkan kepada pemegang saham untuk menahan pembagian dividen atas laba bersih tahun buku 2018 yang tercatat masih negatif dan usulan tersebut diterima dengan mufakat oleh pemegang saham,” kata Corporate Secretary Indah Prakasa Sentosa Karya Bakti Kaban di Jakarta, kemarin, dikutip dari Harian Neraca, Senin (15/4/2019).

Dirinya menjelaskan, faktor terbesar yang membuat perseroan menelan kerugian lebih besar pada 2018 yakni harus menghadapi permasalahan finansial. Di mana perseroan kalah di perputaran uang.

Di samping itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menambah kerugian perseroan lantaran mempengaruhi sisi produksi. Asal tahu saja, perseroan mencatatkan peningkatan kerugian 10,7% pada 2018 menjadi Rp11,31 miliar dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp10,26 miliar.

Baca Juga: Lepas 150 Juta Saham Lewat IPO, Indah Prakasa Incar Dana Rp41,40 Miliar

Namun demikian, perseroan tahun ini mematok pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi. Di mana perseroan menargetkan bisa meraup pendapatan sebesar Rp800 miliar pada 2019. Target tersebut terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan pendapatan perseroan pada tahun sebelumnya.

Pasalnya, tahun lalu perseroan hanya mencatatkan pendapatan Rp318,32 miliar. Pendapatan yang dikantongi perseroan di 2018 lebih rendah 15,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni Rp375,91 miliar.

Kata Karya Bakti Kaban, target yang ditetapkan perseroan tersebut bukan sekadar angan-angan. Banyak faktor yang membuat perseroan optimistis untuk meraih pendapatan Rp800 miliar. Target tersebut, lanjutnya, akan dikontribusikan paling besar atas lini bisnis perseroan dalam perdagangan di bidang bahan bakar minyak, sebab, pada 2019 INPS membuka satu stasiun pengisian bahan bakar minyak (BBM) di luar kemitraan dengan PT Pertamina (Persero).

Baca Juga: Setelah Akuisisi, Indah Prakasa Sentosa Targetkan Laba Rp17 Miliar

Pada Januari 2019, INPS membuka satu stasiun pengisian bahan bakar dengen merek dagang Shell. “Penjualan BBM ini kami bisa kita bilang cukup besar secara overall, sehingga dengan hitungan tertentu kami bisa masuk ke target tersebut,” ujarnya.

Dari sektor bisnis liquified petroleum gas (LPG), Karya meyakini akan memberikan kontribusi yang positif pada 2019 untuk perseroan melalui anak usaha PT Jono Gas Pejagalan. Menurutnya, tren pertumbuhan penjualan LPG pada beberapa tahun ke belakang merupakan yang paling tinggi dibandingkan dengan penjualan bahan bakar minyak.

Pada 2018, penjualan gas berkontribusi Rp64,84 miliar terhadap pendapatan perseroan, dan SPPBE memberikan kontribusi senilai Rp7,59 miliar. Selain itu, pundi-pundi yang akan didapat INPS pada 2019 akan bersumber dari penjualan bahan bakar minyak kepada konsumen-konsumennya yang berada di lautan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini