Fakta IPO Xiaomi, Incar Rp140 Triliun hingga Dibantu Goldman

Koran SINDO, Jurnalis
Jum'at 04 Mei 2018 13:59 WIB
Ilustrasi: Foto Shutterstock
Share :

HONG KONG – Perusahaan smartphone asal China, Xiaomi, telah menawarkan saham perdana (initial public offering/ IPO) di Bursa Saham Hong Kong dengan target dana mencapai USD10 miliar (Rp140 triliun).

Target tersebut termasuk salah satu target dana terbesar di dunia dalam empat tahun terakhir atau sejak 2014. Seperti dilansir BBC, rencana penawaran saham perdana itu akan menjadi IPO pertama yang memakai aturan baru diterapkan di Bursa Saham Hong Kong.

Aturan itu tidak lebih hanya untuk menarik perusahaan teknologi lokal dan asing yang sedang booming pada zaman sekarang agar mencatatkan saham.

Xiaomi yang ditunggu investor dan pebisnis untuk mencatatkan sahamnya menjadi rebutan bursa saham di dunia, termasuk di New York dan China. Xiaomi sengaja memilih Bursa Saham Hong Kong lantaran indeks saham yang lain naik. Dengan pengajuan IPO itu, Xiaomi dinilai ingin memiliki kapitalisasi pasar USD80-100 miliar.

 

Selain itu, jika target dana tersebut tercapai, IPO Xiaomi akan menjadi yang kedua terbesar setelah Alibaba. Sebelumnya perusahaan milik Jack Ma, salah satu orang terkaya di dunia, mencatatkan dana sebesar USD25 miliar (Rp348,26 triliun) dari IPO. Alibaba memperoleh dana itu di Bursa Saham New York pada 2014.

Xiaomi dilaporkan akan menggunakan dana IPO untuk penelitian dan pengembangan, ekspansi lebih luas di luar negeri, serta investasi di berbagai lini lainnya. IPO Xiaomi diharapkan bisa dilakukan lebih cepat mulai dari Juni tahun ini. Adapun valuasi perusahaan di taksir akan turun sedikit meski tetap di atas USD70 miliar.

 

Dalam pencatatan saham ini, Xiaomi akan dibantu CLSA, Goldman Sachs Group, dan Morgan Stanley. Kemampuan keuangan Xiaomi sangat baik. Faktanya, perusahaan itu mampu bertahan di tengah penjualan smartphone yang melambat secara global.

Xiaomi berharap pencatatan saham ini akan kian membantu mereka. Pemilihan Xiaomi untuk mencatatkan saham di Bursa Saham Hong Kong juga banyak dinilaitepat. SebabBursaSa ham Hong Kong sedang meng incar perusahaan teknologi dalam dua tahun ke depan.

Bagi Bursa Saham Hong Kong, masuknya Xiaomi diharapkan dapat segera diikuti perusahaan teknologi lainnya. Pendapatan Xiaomi naik sekitar 67,5% menjadi 114,62 miliar yuan pada 2017 dari setahun sebelumnya. Sementara laba operasionalnya menjadi 12,22 miliar yuan dari 3,79 miliar yuan.

 <div class="vicon"><iframe width="480" height="340" src="https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wOS8yOC80LzEwMzMyNC8wLw==" sandbox="allow-scripts allow-same-origin" layout="responsive"></iframe></div>

Pakar Mo Jia me nilai kondisi keuangan Xiaomi positif. Hanya saja, Xiaomi perlu meningkatkan bisnis layanan internet untuk menambah valuasi.

“Xiaomi sendiri memasarkan dirinya sebagai perusahaan internet. Valuasinya tentu terkait erat dengan apakah pasar dapat membeli konsep yang ditawarkan tersebut atau tidak. Jika pasar kecewa, sebagai merek smartphone, Xiaomi tidak akan dapat mencapai valuasi tinggi jika mengandalkan catatan di atas kertas,” katanya.

Bagaimanapun Xiaomi memiliki keunggulan lain dibanding para pesaingnya. Selain memiliki fitur lengkap, harganya terbilang lebih murah sehingga persaingan penjualan smartphone dengan Samsung Electronics Co Ltd dan Apple Inc semakin ketat di pasar global.

Xiaomi juga memasarkan produk teknologi lainnya. Salah satu pendiri Xiaomi, Lei Jun mengatakan, sebagian besar keuntungan Xiaomi diraih dari bisnis layanan internet. Mereka mengembangkan produk hingga ke rice cooker agar dapat bersaing dengan Tencent.

“Kami telah mengubah bagaimana cara ratusan juta orang hidup dan akan menjadi bagian dari kehidupan,” kata Jun. (Muh Shamil)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya