Direktur Utama NFC Indonesia Abraham Theofilus mengatakan, dengan menjadi perusahaan tercatat di bursa, NFCX memiliki visi untuk menjadi digital hub di Indonesia. Penawaran umum perdana saham (IPO) ini merupakan langkah awal perseroan untuk mengembangkan perusahaan.
"Kami ingin menerapkan perubahan kepada masyarakat digital atau digital society. Setelah menjadi perusahaan publik, kami akan menciptakan transparansi kegiatan bisnis," kata dia di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (12/7/2018).
Baca Juga: BEI Kedatangan 3 Pemain Baru di Pasar Modal
Adapun rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham, akan digunakan seluruhnya untuk 60% untuk peningkatan modal kerja.
Perserian akan menggunakan 30% untuk investasi digital termasuk pengembangan Teknologi Informasi (TI) sementara 10% sisanya untuk investasi di sumber daya manusia.