CHICAGO - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin waktu setempat. Hal ini disebabkan, karena dolar AS naik terhadap sejumlah mata uang lainnya, terutama pound Inggris.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari 2019 turun USD3,20 atau 0,26% menjadi menetap di USD1.249,40 per ounce.
Baca Juga: Naik Rp500, Emas Antam Dijual Rp660.000 per Gram
Melansir Xinhua, Selasa (11/12/2018), dolar AS naik setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mengumumkan rencana untuk menunda pemungutan suara parlemen yang dijadwalkan pada Selasa terkait Brexit dengan Uni Eropa. Hal itu membuat pound turun tajam.
Pound telah kehilangan lebih dari 1% pada hari Senin terhadap dolar setelah pengumuman Mei, yang ditujukan pada kesepakatan yang lebih baik dengan Brussels pada masalah perbatasan Irlandia.
Indeks dolar AS, indeks greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, termasuk pound, melonjak di atas 97,00 karena pound turun ke level terendah 20-bulan.
Baca Juga: Harga Emas Naik Didorong Buruknya Data Tenaga Kerja AS
Dolar dan emas biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar naik, emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargakan dalam dolar menjadi mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret 2019 turun 9,1 sen, atau 0,62% menjadi ditutup pada USD14.605 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD8,3 atau 1,05% menjadi menetap di USD782,10 per ounce.
(Feby Novalius)