Atasi Gangguan KRL Commuterline, KCI Datangkan 196 Gerbong Kereta Baru

Koran SINDO, Jurnalis
Jum'at 12 April 2019 12:10 WIB
Kereta Commuterline (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meremajakan gerbong kereta demi mengatasi gangguan operasional KRL Commuter Line. Sebagai bukti, tahun ini KCI mendatangkan 196 kereta. Sebanyak 24 gerbong sudah didatangkan pada Januari 2019 dan sisanya dikirim bertahap hingga akhir tahun. Dengan peremajaan kereta, otomatis stand formasi 12 akan berkembang dari yang sebelumnya 31 menjadi 36 rangkaian. Kemudian pada 2020, KCI bakal mendatangkan 96 unit.

“Salah satunya kami akan berusaha mendatangkan unit dari INKA,” kata Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti di Jakarta kemarin. Menurut dia, adanya penambahan rangkaian stand formasi 12, maka standformasi 8 yang menjadi pelopor modernisasi commuter line akan berkurang dari sebelumnya 32 rangkaian menjadi 22 rangkaian.

Baca Juga: KRL Commuterline Gangguan walau Ada Jalur Ganda, Begini Penjelasan Kemenhub

Direktur Teknik dan Pemeliharaan PT KCI John Roberto mengungkapkan, kereta commuter line yang didatangkan saat ini mengimpor dari Jepang. PT INKA selaku produsen kereta api belum memproduksi commuter line. “Makanya dibutuhkan perawatan rutin dan berkala,” ucapnya. KCI mengoperasikan 10 seri kereta metro dengan umur tertua yakni produksi 1980-an. Meski uzur, kereta tersebut masih layak dioperasikan. Hanya, dalam setiap gangguan masalah kelistrikan selalu menjadi masalah klasik. Umur komponen yang menua menyebabkan perjalanan kereta terganggu. Itu berimbas pada pelayanan masyarakat. Menurut John, beberapa seri kereta yang dibeli dari Jepang kini tak diproduksi lagi oleh pabrikannya. Alhasil KCI harus mengadakan perjanjian dengan beberapa pabrik kereta lainnya untuk menyiapkan suku cadang. Tiga pabrikan itu yakni JAIS, Metro, dan Tokyo.

“Tiga seri yang kerap mengalami gangguan yakni seri 1.000, 6.000, dan 8.000,” katanya. Dari tiga seri itu, sekitar 40% kereta yang saat ini beroperasi di Jabodetabek. Karena itu, upaya mendowngrade atau memensiunkan kereta dilakukan bertahap. Termasuk dengan mendatangkan seri baru, KCI mencoba menghadirkan seri 05 yang diproduksi 2003. Meskipun sistem kelistrikan sama dengan seri sebelumnya, seri 05 jauh lebih baik.

 

DDT Jatinegara- Cakung Beroperasi

Double double track (DDT) atau jalur rel dwiganda Jatinegara - Cakung resmi beroperasi hari ini. Meski dapat memangkas jarak antar kereta (head time ), secara keseluruhan pengoperasian DDT belum berdampak signifikan terhadap commuter line . Ini disebabkan jalur yang beroperasi masih pendek yakni 9,5 km dan pembangunan Stasiun Manggarai penuh sesak. Kendati akhirnya dipaksakan menambah jumlah perjalanan, KCI khawatir terjadi antrean di sejumlah lintas commuter line . Menurut Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti, pengoperasian DDT memperlancar ruas Cipinang - Jatinegara di mana KA Jarak Jauh maupun commuter line biasanya kerap tertahan sebelum masuk Stasiun Jatinegara.

“Paling yang berpengaruh kereta yang biasa tertahan masuk Jatinegara, kemungkinan akan berkurang atau hilang,” ujarnya. Untuk pembangunan Stasiun Manggarai, saat ini arus lalu lintas di stasiun itu kian padat yang mengharuskan dua lajur commuter line yakni Bekasi dan Bogor saling bergantian. Kondisi ini ditambah padat lagi dengan keberadaan KA Bandara dan KA Jarak Jauh yang melintas di Stasiun Manggarai.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya