Namun bank sentral mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal 2020 pada kenaikan 0,9 persen.
Penurunan peringkat dapat menjadi indikasi bahwa bersama dengan bank-bank sentral utama lainnya seperti Federal Reserve Amerika Serikat dan Bank Sentral Eropa, BOJ mungkin bersiap dalam beberapa bulan mendatang untuk meluncurkan langkah-langkah pelonggaran tambahan guna mendukung pertumbuhan di tengah hambatan ekonomi domestik dan global.
Hambatan-hambatan ini adalah dalam bentuk masalah perdagangan internasional dan prospek global yang tidak pasti, serta kenaikan pajak konsumsi pada Oktober, yang akan membuat permintaan domestik dan pengeluaran bisnis berkurang, dengan kemungkinan berakibat resesi, seperti kasus kenaikan pajak sebelumnya.
Ekonom percaya bahwa jika The Fed melanjutkan dengan penurunan suku bunga seperti yang diperkirakan akan terjadi pada Rabu (31/7/2019), tekanan akan meningkat pada BOJ untuk melepaskan langkah-langkah pelonggaran tambahan karena yen kemungkinan akan naik secara signifikan terhadap dolar AS, yang akan membahayakan sektor ekspor utama negara ini.(antaranews)
(Fakhri Rezy)