Selain Perhotelan, Kawasan Industri Terdampak Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis
Kamis 02 April 2020 17:47 WIB
Virus Corona (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Emiten pengembangan kawasan industri & real estate, konstruksi serta perhotelan, PT Surya Semesta Internusa TBK (SSIA) menyatakan, pandemi virus corona atau coronavirus (Covid-19) memengaruhi aktivitas bisnis yang diperkirakan akan berdampak pada arus kas selama  beberapa bulan ke depan. 

Khususnya di unit bisnis perhotelan  karena dampak penerapan physical distancing dan pembatasan pengunjung asing,  tingkat hunian hotel menurun secara drastis dan diperkirakan hanya mencapai satu digit pada bulan April 2020. Demikian seperti dikutip dalam keterangan informasi BEI, Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Perusahaan melihat industri perhotelan mulai membaik pada Juni  2020 dan semoga akan kembali normal pada bulan September 2020. 

Sementara, unit bisnis konstruksi juga dipengaruhi oleh pandemi Covid-19, selain itu bulan Puasa yang akan dimulai pada akhir April 2020 dan Hari Raya Lebaran jatuh pada  akhir  Mei 2020, mengakibatkan kinerja  konstruksi akan sedikit menurun pada  kuartal II‐2020  dan perusahaan akan melihatnya mulai membaik pada kuartal III dan kuartal IV tahun ini. 

Unit usaha kawasan industri juga menghadapi sejumlah penundaan keputusan bisnis karena dampak Covid‐19 yaitu keadaan darurat yang  dinyatakan oleh Pemerintah Indonesia, pencabutan visa kedatangan bagi warga negara asing serta pembatasan jadwal penerbangan,  selain itu lockdown di China dan pembatasan perjalanan di beberapa negara Eropa. 

Perusahaan mengharapkan para  konsumen akan kembali pada bulan  Juli-Agustus tahun ini dan merealisasikan komitmennya pada akhir kuartal III‐2020.

Sementara itu, SSIA mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp92,3 miliar. Capaian ini meroket 145% dibandingkan tahun 2018 yang sebesar Rp37,67 miliar.

Surya Semesta Internusa membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp4,06 triliun. Pendapatan  meningkat 8,8%  dibanding  pada 2018 yang sebesar Rp3,6 triliun.

Peningkatan ini terutama disebabkan dari segmen properti dan konstruksi masing-masing naik 33,2% dan 6,4% atau setara Rp2,6 triliun dan Rp588 miliar.

Sementara itu, pendapatan segmen bisnis perhotelan SSIA meningkat sekitar 1,1% atau setara Rp811 miliar.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya