JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tumbuh melambat di 3,74% pada kuartal I-2020 dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya efisiensi yang dilakukan pemerintah.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan konsumsi pemerintah mengalami perlambatan di 3,74% dibandingkan kuartal I-2019 yang berada di 5,22%. Hal tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor.
Baca juga: Ekonomi Cuma Tumbuh 2,97%, Terendah Sejak 2001
"Hal ini dikarenakan ada realisaai belanja bantuan sosial yang meningkat," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Selasa (5/5/2020).
Terutama, lanjutnya, pada belanja untuk rehabilitas sosial, jaminan sosial, dan belanja bantuan untuk penanggulangan kemiskinan. Ada juga pertumbuhan untuk belanja pegawai.
Baca juga: Ekonomi RI Ambyar Hanya Tumbuh 2,97%, Virus Corona Tak Mengenal Negara Maju-Berkembang
"Pertumbuhan belanja pegawai ini secara alamiah karena adanya kenaikan pangkat dan golongan," ujarnya.
Sebaliknya, lanjut pria yang akrab disapa Kecuk, untuk belanja barang mengalami kontraksi atau tumbuh negatif. Di mana pada kuartal I-2020 kontraksi 6,12%.
"Untuk belanja barang memang sudah diputuskan diefiensikan maka belanja barang di kuartal I-2020 kontraksi," ujarnya.
(Fakhri Rezy)