JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan kebangkitan industri manufaktur sangat tergantung pada kebijakan pemerintah dalam menangani pandemic virus corona. Di mana saat ini, industri manufaktur sangat tertekan akibat virus corona.
Aktivitas industri Indonesia pun anjlok, tercermin dari indeks Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia turun hingga menyentuh angka 27,5. Hal ini karena turunnya utilitas industri hingga 50%.
Untuk itu, Kemenperin telah memetakan sejumlah sektor industri yang terdampak pandemi Covid-19. Dari hasil pemetaaan, didapati tiga kelompok besar, yaitu industri yang suffer, moderat, dan high demand.
Kemenperin juga berkomitmen untuk mencari jalan keluar terbaik agar industri yang terdampak berat tetap dapat bertahan.
Baca Juga: Indeks Manufaktur RI Merosot, Jokowi Ingatkan Sri Mulyani Cs
“Untuk industri yang masuk dalam kelompok high demand, akan kami optimalkan kinerjanya,” ujarnya, dalam keterangannya, Jumat (8/5/2020).
Lebih lanjut, Menperin meyakini bahwa industri manufaktur nasional dapat pulih secara bertahap ketika kembali beroperasi dengan normal.
“Kami berharap nanti dalam tiga bulan setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selesai, angka PMI manufaktur Indonesia dapat kembali di level 51,9 seperti yang pernah kita raih pada bulan Februari 2020,” ujarnya.
Sementara itu, pemulihan angka PMI manufaktur Indonesia sangat tergantung juga terhadap kebijakan yang diambil pemerintah dalam menyikapi dampak wabah Covid-19 terhadap sektor industri dan perekonomian. Kebijakan yang tepat dan terukur nantinya akan membuka peluang bagi sektor industri dan perekonomian untuk bangkit pasca Covid-19.
Presiden Joko Widodo telah meminta pada jajaran menteri di bidang ekonomi untuk mengidentifikasi sektor mana saja yang mengalami kontraksi paling dalam. Sehingga, stimulus dan skenario recovery dapat dirancang dengan tepat.
“Ini hati-hati mengenai indeks manufaktur Indonesia, agar juga dicarikan solusi dan jalan agar kontraksi ini bisa diperbaiki. Untuk itu saya minta menteri-menteri di bidang ekonomi memperhatikan angka-angka yang tadi saya sampaikan secara detail,” tuturnya.
(Feby Novalius)