JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan terpengaruh dari sentimen yang berkembang baik dari domestik maupun luar negeri.
Jika dilihat dari sentimen belakangan ini, IHSG akan mengalami penguatan terbatas, namun jika dalam perjalannya terdapat sentimen negatif maka indeks akan terpengaruh.
"Kalau melihat analisis technical memang kita melihat dari adanya beberapa peningkatan, jadi ini kalau saya lihat selama enam periode berturut turut ini pola candlestick pada IHSG itu menunjukkan warna hijau, jika sentimennya kurang mendukung untuk hari ini kemungkinan IHSG pada hari ini akan terpengaruh," ujar Analis Binaartha Parama Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (15/10/2020).
Baca Juga: IHSG Turun Tipis ke Level 5.171
Nafan menyebut, jika bicara mengenai sentimen, kemungkinan besar akan ada kaitan adanya faktor intervensi, seperti komitmen pemerintahan Amerika Serikat (AS) terkait stimulus senilai USD1,8 triliun.
"Pada waktu itu kan sempat diapresiasi pelaku pasar tapi pada kenyataannya Partai Demokrat meminta adanya kenaikan USD1,2 triliun, jadi kepastiannya setelah pelaksanaan pemilu di AS pada awal November," kata dia.
Tidak hanya stimulus di AS, peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi tidak hanya di AS tapi juga di benua eropa juga akan mempengaruhi pelaku pasar dan membuat para investor lebih bersikap hati-hati untuk saat ini.
"Jadi, saya pikir ini membuat pelaku pasar bersikap hati-hati untuk sementara ini sehingga hal ini menyebabkan terjadinya koreksi wajar terjadi pada pergerakan bursa di regional," ucapnya.
Dia pun mengkhawatirkan jika terjadi sentimen negatif di regional akan memberikan dampak pada pergerakan IHSG ke depannya. "Karena kita mengingat misalkan dari kondisi sektor ekonomi Indonesia bahwasannya kinerja pertumbuhan ekonomi direvisi menjadi lebih kontraksi lagi di 1,5% dari sebelumnya 0,3% atau 0,4%," tuturnya.
(Dani Jumadil Akhir)