JAKARTA - Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi berencana membangun jalur kereta rel listrik KRL dari Madiun sampai Kutoarjo.
"Kami merencanakan dalam lima tahun mendatang (dikembangkan) KRL dari Madiun sampai Kutoarjo, pertama ini Jogja-Solo, sebentar lagi sampai Jebres. Terus kami tingkatkan," ujar Budi saat peluncuran Kartu Multi Trip (KMT) edisi setahun operasional KRL Yogyakarta-Solo di Stasiun Solobalapan Surakarta, Sabtu (11/3/2022).
Dia memastikan, pengembangan KRL akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi massal.
BACA JUGA:Mulai Hari Ini Balita di Bawah 5 Tahun Boleh Naik KRL
Diketahui, selama satu tahun beroperasi, KRL Yogyakarta-Solo sudah melayani sekitar 2,2 juta penumpang dengan headway atau jarak antarkereta setiap setengah jam.
"Kalau di Jakarta headway dari KRL hanya lima menit, berarti nanti dari setengah jam ke lima menit. Jadi enam kali lipat, akan makin banyak masyarakat yang menggunakan angkutan massal ini," jelasnya.
Tak lupa, dia meminta jajarannya untuk mengkoordinasikan alat transportasi yang ada agar tersambung antara satu moda angkutan dengan moda angkutan yang lain.
"Saya ingatkan kepada Pak Dirjen, Pak Dirut bahwa angkutan KA adalah angkutan major, angkutan KA harus dikoordinasikan. Seperti di Solo, kami akan terus kembangkan (termasuk) ke Bandara Adi Soemarmo sehingga angkutan massal bisa menjadi andalan masyarakat sekarang dan masa depan," pintanya.
BACA JUGA:Ada KRL Solo-Jogja Tekan Konsumsi BBM hingga 51%
Adapun untuk inovasi kartu multi trip, Dirjen Perkeretaapian dan PT KCI secara konsisten merawat apa yang diperintahkan presiden bahwa angkutan massal menjadi keniscayaan yang harus dilakukan.
Di mana pada peluncuran KMT edisi terbaru, Direktur Utama Kereta Commuter Indonesia (KCI) Roppiq Lutfi Azhar mengatakan selama satu tahun beroperasinya KRL Yogyakarta-Solo, sudah mencapai 250.000 KMT yang digunakan masyarakat.
Dia menyebut, tingginya jumlah kartu yang sudah beredar di masyarakat menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi dengan sistem pembayaran yang 100 persen cashless atau nontunai.
(Zuhirna Wulan Dilla)