Kondisi Terkini Candi Borobudur, Beberapa Relief Rusak dan Kontur Tanah Turun

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 06 Juni 2022 08:14 WIB
Candi Borobudur. (Foto: Blamethemonkey)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan membatasi kuota wisatawan masuk ke Candi Borobudur.

Hal itu dikatakannya saat memimpin rapat koordinasi antar Kementerian/Lembaga (K/L) di Ruang Avadhana, kompleks Taman Wisata Candi Borobudur pada Sabtu (4/6/2022).

"Akan ditetapkan kuota bagi wisatawan yang bisa naik ke bangunan Candi Borobudur sejumlah 1200 orang perhari. Jumlah tersebut setara dengan 10-15% persen rata-rata perhari jumlah wisatawan ke Candi Borobudur sebelum masa pandemi," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (6/6/2022).

Menko Luhut mengungkapkan kalau ini sebagai upaya menjaga dan melestarikan bangunan Candi Borobudur yang mulai terdampak karena adanya kunjungan dalam jumlah banyak di masa sebelum pandemi.

 BACA JUGA:Tiket Naik Candi Borobudur Rp750 Ribu, Luhut: Jaga Kelestarian Warisan Budaya Kita

Adapun Menko Luhut berencana menetapkan kuota wisatawan hanya 1.200 per hari untuk yang boleh naik ke atas.

Sehingga atas kebijakan itu dia juga akan menaikkan harga tiket untuk turis lokal menjadi Rp750.000.

Sedangkan untuk turis mancanegara USD100, pelajar Rp5.000.

"Kebijakan tiket khusus ini hanya untuk wisatawan yang berkeinginan untuk naik bangunan Candi Borobudur," tambahnya.

Serta Kebijakan kuota dengan tiket khusus ini akan diterapkan melalui sistem reservasi online.

Kemudian, wisatawan yang membeli tiket khusus naik ke bangunan Candi Borobudur akan didampingi oleh pemandu wisata (guide) yang disiapkan khusus dan telah memiliki sertifikat kompetensi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta sertifikat hospitality dari Kemeterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Lalu, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (PT TWC) mendukung kebijakan kuota dengan tiket khusus, sebagai kebijakan yang mengedepankan aspek konservasi tersebut.

Berdasarkan hasil monitoring dari Balai Konservasi Borobudur terkait pelestarian Candi Borobudur, telah ditemukan bagian dengan kondisi keausan batu dan kerusakan beberapa bagian relief.

Pembebanan pengunjung (over capacity) yang berlebihan juga dikhawatirkan akan berdampak pada kelestarian Candi Borobudur, termasuk penurunan kontur tanah Candi Borobudur.

“Sebagaimana disampaikan oleh Pak Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Kemaritiman dan Investasi, pengaturan kuota kunjungan 1.200 wisatawan per hari adalah kuota khusus untuk wisatawan yang naik bangunan Candi Borobudur. Sedangkan untuk kunjungan regular, selama masa pandemi ini kuota wisatawan akan mengikuti ketentuan dari satgas Covid-19," ucap Direktur Utama PT TWC, Edy Setijono.

"Ke depan kita harapkan pandemi segera berakhir sehingga wisatawan bisa hadir dengan ke Taman Wisata Candi Borobudur dengan lebih leluasa. Wisatawan regular bisa berkatifitas di Taman Wisata Candi Borobudur sambil menikmati keindahan dan kemegahan Candi Borobudur sampai di pelataran/halaman candi, masih tetap sama dengan kondisi sekarang ini," tambahnya.

Terakhir, dia memastikan tetap mengakomodir wisatawan regular yang akan berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur dengan harga tiket yaitu Nusantara Dewasa/Umum Rp50.000, Wisatawan Nusantara Anak/Pelajar Rp25.000, Wisatawan Mancanegara Dewasa/Umum USD25, dan Wisatawan Mancanegara Anak/Pelajar USD15.

"Tiket ini memperbolehkan wisatawan untuk berwisata di Taman Wisata Candi Borobudur sampai batas pelataran/halaman Candi Borobudur, tetapi tidak diperkenankan untuk naik ke bangunan Candi Borobudur. Atas keputusan rapat koordinasi diatas, PT TWC sedang mempersiapkan Standard Operational Procedure (SOP) teknis pelaksanaannya dan akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB). SOP ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan. Keputusan tersebut akan dilaksanakan setelah SOP teknis sudah siap," tutupnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya