"Di Rusia sendiri saya tanya ke Presiden Putin ada berapa stok di Rusia 137 juta ton, bayangkan. Berapa ratus juta orang ketergantungan kepada gandum Ukraina dan Rusia," tambahnya.
Sehingga negara di Afrika dan Asia sudah mulai mengalami kekurangan pangan.
Namun, Presiden Jokowi bersyukur karena pokok utamanya beras tidak terjadi kenaikan.
Hal itu karena bisa diproduksi di Indonesia.
"Kita ini harus betul-betul bersyukur bahwa negara kita diberikan pangan yang namanya beras utamanya tidak naik, harus kita syukuri betul," jelasnya.
"Kalau bapak ibu ke luar (negeri), harga pangannya karena ketergantungan pada gandum sudah naik 30%, sudah naik 50 persen," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)