Waspadai Perang Rusia-Ukraina, Jokowi: Ini Pengaruhi Harga Pangan dan Energi

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis
Kamis 07 Juli 2022 14:08 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)
Share :

Soal pangan, kata Jokowi, juga sama naik di seluruh dunia. Ada yang naiknya sudah 30 persen ada yang sudah 50 persen. Indonesia sendiri masih diuntungkan, karena rakyat, utamanya petani masih berproduksi. Dan sampai saat ini beras sebagai komoditi pangan utama harganya tidak naik dan stoknya selalu ada.

"Sudah tiga tahun kita tidak impor beras lagi. Biasanya kita impor 1,5 juta sampai 2 juta ton per tahun. Ini sudah tidak impor lagi," ucapnya.

Namun Jokowi mengkhawatirkan harga gandum yang terus naik. Indonesia sendiri saat ini mengimpor sebanyak 11 juta ton gandum. Persoalan stok gandum ini menjadi perhatian khusus Jokowi saat berkunjung ke Ukraina dan Rusia beberapa waktu lalu.

Perang di Ukraina, jelas Jokowi, mempengaruhi harga gandum karena 30-40 persen produksi gandum dunia berasal dari Ukraina, Rusia dan Belarusia.

"Stok di Ukraina 77 juta ton di Rusia 130 juta ton. Bayangkan berapa ratus juta orang ketergantungan kepada gandum Ukraina dan Rusia. Dan sekarang ini sudah mulai karena barang itu tidak bisa keluar dari Ukraina, nggak bisa keluar dari Rusia," paparnya.

"Akibat keterbatasan stok, di Afrika dan beberapa negara di Asia sudah mulai yang namanya kekurangan pangan akut. Sudah mulai yang namanya kelaparan. Jadi kita harus hati-hati. Kita harus menjaga kemandirian pangan kita," sebutnya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya