4 Fakta Arab Saudi Bagi-Bagi BLT Rp80,1 Triliun ke Warganya

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 09 Juli 2022 03:06 WIB
Arab Saudi bagikan BLT untuk bantu rakyat (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA – Tak hanya di Indonesia, BLT juga menjadi cara pemerintah Arab Saudi dalam membantu rakyatnya. Arab Saudi menyiapkan bantuan sosial (Bansos) 20 miliar riyal (sekitar USD5,3 miliar atau setara Rp80,1 triliun) untuk seluruh warganya.

Bantuan ini diberikan di tengah kenaikan harga-harga akibat inflasi dan efek global. Berikut adalah fakta mengenai BLT dan bansos yang dibagikan Arab Saudi, dirangkum Sabtu (9/7/2022).

1.BLT atasi dampak inflasi

Arab Saudi mengumumkan segera mengucurkan miliaran dolar langsung kepada warga untuk mengurangi dampak inflasi di tengah meningkatnya kenaikan harga.

"Perintah kerajaan yang murah hati dikeluarkan untuk menyetujui alokasi dukungan keuangan dalam jumlah 20 miliar riyal (sekitar USD5,3 miliar) untuk menghadapi dampak kenaikan harga secara global," tulis laporan Saudi Press Agency, Rabu (6/7/2022).

2. Bansos ditransfer langsung ke penerima

Setengah dari bansos tersebut akan dikirim melalui transfer tunai langsung ke penerima jaminan sosial.

Sebelumnya Putra Mahkota Mohammed bin Salman menekankan perlunya memperhitungkan warga yang paling membutuhkan dalam menghadapi perkembangan internasional yang mengakibatkan meningkatnya biaya beberapa kebutuhan dasar.

3. Laju inflasi Arab Saudi

Meski demikian, Arab Saudi tercatat belum terkena inflasi separah negara-negara lain di kawasan itu. Indeks harga konsumen terbaru untuk Arab Saudi menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 2,2% di Mei, dengan harga naik 4,2% untuk makanan dan minuman dan empat persen untuk transportasi.

Namun demikian, lanskap media sosial yang dikontrol ketat kerajaan telah menampilkan keluhan yang lebih sering tentang kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir, termasuk tagar Twitter yang menyerukan boikot telur dan perusahaan susu terkenal.

4. Catatan ekonomi Arab Saudi

Ekonomi Arab Saudi secara umum telah berkinerja baik tahun ini, terutama sejak invasi Rusia ke Ukraina membuat harga energi melonjak.

PDB diperkirakan akan tumbuh sebesar 7,6% pada tahun 2022, Dana Moneter Internasional mengatakan pada bulan April.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya