Dengan investasi sebesar USD3 miliar, hingga akhir Juli 2022 tercatat progres pembangunan fisik telah mencapai 39,9% dengan total serapan biaya sekitar USD1,2 miliar. Ada pun pekerjaan concrete sudah hampir mencapai 10% dengan penyerapan 98% tenaga kerja Indonesia.
Freeport menargetkan kemajuan pembangunan fisik pada akhir 2022 mencapai 50% dengan serapan biaya sekitar USD1,5 miliar dolar AS.
Dalam kesempatan yang sama Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya hilirisasi bagi terbukanya lapangan pekerjaan di daerah, termasuk Papua. Namun syaratnya, harus ada kolaborasi dengan pengusaha dan UMKM di daerah tersebut.
"Hilirisasi yang menjadikan anak daerah menjadi tuan di negerinya sendiri," kata Bahlil.
Kendati demikian sebagai seorang putra Papua, Bahlil mengakui kesuksesan Freeport masih belum optimal melibatkan anak-anak Papua. Ia pun mengajak masyarakat Papua untuk bisa meningkatkan kualitas diri agar bisa lebih banyak terlibat dalam bisnis Freeport di Bumi Cenderawasih itu.
"Kita harus menjemput kualitas diri kita," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)