KPIG Kebut MNC Lido City, Pariwisata dan Properti Jadi Prioritas

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Kamis 05 Maret 2026 15:40 WIB
PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) mempercepat pengembangan MNC Lido City. (foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA – PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) mempercepat pengembangan MNC Lido City, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, yang menjadi proyek utama perseroan dan diproyeksikan menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang.

Chief Financial Officer KPIG, Edi Yanto, mengatakan pengembangan kawasan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat bisnis pariwisata, perhotelan, dan properti premium dalam satu ekosistem terintegrasi.

"KEK Lido sendiri memiliki luas 1.040 hektare. Kami memperoleh status KEK sejak 2022. Sisa land bank kami sekitar 2.000 hektare, sehingga masih memungkinkan pengembangan ke depan. Batch pertama kami kerjakan seluas 1.040 hektare hingga 10 tahun ke depan," ujarnya dalam acara Investor Gathering dan Corporate Forum 2026 di Bursa Efek Indonesia, Kamis (5/3/2026).

Kawasan KEK MNC Lido City memiliki luas sekitar 1.040 hektare dari total pengembangan Lido City yang mencapai sekitar 3.000 hektare. Status KEK memberikan berbagai insentif fiskal bagi investor, termasuk pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), hingga fasilitas tax holiday.

Menurut Edi, insentif tersebut menjadi daya tarik utama bagi investor yang ingin menanamkan modal di sektor pariwisata dan industri kreatif di kawasan tersebut. Selain itu, KEK juga memberikan kemudahan nonfiskal, seperti layanan perizinan terpadu, kepemilikan asing hingga 100 persen untuk sektor tertentu, serta percepatan proses pengurusan hak atas tanah.

"KEK memiliki banyak benefit, baik fiskal maupun nonfiskal. Ada pembebasan PPN, tax holiday, dan lain-lain," tambah Edi.

Salah satu proyek unggulan yang sedang dikembangkan di kawasan ini adalah Trump International Resort Lido, yang mencakup lapangan golf championship, hotel mewah, serta kawasan residensial premium.

Lapangan golf dirancang oleh pegolf dunia Ernie Els dan telah beroperasi penuh dengan fasilitas lifestyle country club serta private clubhouse. Selain itu, proyek ini mencakup Trump Residences Lido yang terdiri dari 758 unit hunian dan 180 unit kondominium premium di sekitar kawasan golf.

 

Untuk memperkuat daya tarik wisata, perseroan juga tengah mengembangkan amusement park berskala internasional yang akan menjadi salah satu theme park terbesar di Indonesia. Theme park ini akan memiliki enam zona tematik, dilengkapi berbagai wahana permainan, pertunjukan hiburan, restoran, dan area ritel.

Selain itu, MNC Tourism juga mengembangkan fasilitas Movieland, kompleks produksi film independen pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas produksi terpadu dari pengambilan gambar hingga pascaproduksi. Kawasan ini juga memiliki venue konser outdoor berskala besar, LMAC Music ForAll Fest, yang mampu menampung hingga sekitar 50.000 pengunjung.

Di luar proyek Lido, MNC Tourism juga mengembangkan berbagai proyek pariwisata lain, seperti resort terpadu di Bali serta hotel premium di Jakarta dan Surabaya. Beberapa portofolio hospitality perseroan antara lain Park Hyatt Jakarta, Oakwood Hotel & Residence Surabaya, serta sejumlah properti perhotelan dan perkantoran yang dikelola melalui unit property management.

Edi mengatakan portofolio tersebut ditargetkan memberikan kontribusi pendapatan berulang bagi perusahaan melalui tingkat okupansi yang tinggi serta permintaan pasar yang stabil.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya