JAKARTA – Pemerintah menggelar pertemuan langsung dengan pengembang, investor, dan praktisi guna mengevaluasi serta memperkuat kebijakan industri gim di Indonesia. Berdasarkan data 2025, nilai ekspor gim Indonesia telah mencapai USD60,8 juta, menempatkannya sebagai penyumbang ekspor terbesar keempat setelah subsektor fesyen, kriya, dan kuliner.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menekankan pentingnya transparansi dalam melihat kondisi lapangan. Saat ini, pangsa pasar gim lokal di dalam negeri masih sekitar 1%, sementara pasar domestik didominasi produk impor.
“Pemerintah tidak tinggal diam dan telah mendorong percepatan lewat Perpres Nomor 19 Tahun 2024. Semangatnya jelas: kita ingin gim buatan lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu bersaing di kancah global,” ujar Leontinus, Rabu (1/4/2026).
Ia menegaskan bahwa partisipasi publik yang bermakna adalah kunci dalam proses pembuatan kebijakan. Pemerintah menyadari bahwa implementasi regulasi di lapangan sering menghadapi tantangan struktural yang belum sepenuhnya terakomodasi birokrasi. Melalui Public Hearing, pemerintah sengaja memposisikan diri sebagai pendengar untuk menyerap masukan, mulai dari kendala pendanaan hingga dominasi publisher asing.
“Pemerintah akan menjadi pendengar, sementara teman-teman pelaku industrilah yang menjadi pembicara utama. Tolong sampaikan masukan, saran, curhatan soal pain points, atau bahkan kritik pedas sekalipun. Jangan ada yang ditahan-tahan,” tegas Leontinus.
Leontinus menambahkan bahwa masukan riil dari praktisi sangat krusial agar ekosistem yang terbentuk sesuai kebutuhan nyata, bukan sekadar asumsi birokrasi. Hasil diskusi ini nantinya akan dirumuskan menjadi langkah konkret, termasuk Policy Brief, yang diharapkan menjadi game changer bagi industri gim nasional.
Senada, CEO Toge Productions, Kris Antoni Hadiputra, mengapresiasi inisiatif Kemenko PM yang membuka ruang dialog terbuka bagi praktisi.
“Kami sangat menghargai langkah Kemenko PM yang mau turun langsung mendengar suara dari bawah. Forum seperti ini memberikan harapan baru bahwa kebijakan ke depan akan lebih ‘nyambung’ dengan apa yang kami hadapi di studio setiap hari. Ini adalah langkah awal yang sangat positif untuk membawa gim lokal naik level. Semoga tidak hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri, tapi dari acara ini muncul langkah nyata,” ungkap Kris.
(Feby Novalius)