Namun, apabila investor swasta tidak berminat atau menawarkan harga listrik yang dinilai tidak kompetitif, pemerintah menyiapkan opsi untuk mengambil alih pengerjaan melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
"Kalau harganya kompetitif kita kasih IPP, kalau tidak kompetitif dan tidak ada yang mau maka kita akan ambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah lewat Danantara dengan pembiayaan yang sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden yang efisien, efektif, dan terjangkau," kata Bahlil.
Skema tersebut disiapkan untuk memastikan program PLTS 100 GWp tetap dapat dieksekusi secara masif sesuai target pemerintah.
Selain enam proyek yang disiapkan untuk tender, sejumlah proyek PLTS lainnya telah memasuki tahap konstruksi dan groundbreaking.
Proyek tersebut meliputi PLTS Banyuwangi berkapasitas 130,2 MWp, PLTS Pasuruan 132 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur 134,2 MWp, PLTS Terapung Karangkates 133 MWp, PLTS Terapung Saguling 92 MWp, serta PLTS Tembesi 46 MWp.
Pemerintah juga memasukkan PLTS Desa Sembur dan PLTS Pulau Rengit dalam tahap awal pelaksanaan program.
Pada tahap awal, total kapasitas proyek yang diluncurkan dan menjalani groundbreaking mencapai sekitar 5.216 MWp atau 5,2 GWp.
Bahlil menjelaskan pengembangan PLTS 100 GWp akan menggunakan beberapa model sesuai dengan kondisi wilayah dan kebutuhan.