Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Ardy Irianto Subekti, mengatakan terbentuknya celah penurunan harga (gap down) serta pelemahan tajam hingga menembus level penopang (support) penting membuat IHSG masih berada dalam tren melemah (bearish).
“Penurunan yang dalam membuka peluang technical rebound, namun arah selanjutnya bergantung pada arus dana asing dan respons otoritas terhadap isu MSCI serta stabilitas harga minyak,” kata Ardy dalam analisisnya, Senin (19/10/2026).
IPOT memetakan pergerakan IHSG ke dalam tiga skenario utama. Pada skenario moderat, IHSG diproyeksikan bergerak mendatar untuk mencari titik terendah (bottoming) pada rentang 5.180–5.450.
Proyeksi tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa pasar masih membutuhkan waktu untuk mencerna sentimen terkait MSCI. Meski demikian, aksi beli bersih (net buy) investor asing pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencapai Rp473,3 miliar dalam sepekan menjadi sinyal awal adanya aktivitas pembelian saham saat harga melemah (bottom fishing).
(Feby Novalius)