JAKARTA - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan, feedback yang disampaikan oleh lembaga penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait agenda transformasi integritas pasar modal cenderung positif pada laporan-laporan sebelumnya.
Dirinya justru heran, di tengah feedback positif tersebut justru keluar pengumuman MSCI yang berencana menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market ke standalone market. Rencana itu dalam proses konsultasi yang berlangsung hingga akhir April 2027, dengan keputusan dijadwalkan disampaikan pada Juni 2027.
"Hal-hal yang sudah dilakukan oleh OJK dan SRO, itu secara continue kami komunikasikan. Tidak hanya dengan MSCI, tetapi juga FTSE dan seluruh partisipan pasar, termasuk investor global. Kita lihat sendiri di bulan Juni, feedback positif itu diberikan. Kita melihat ada apresiasi yang diberikan atas upaya yang sudah dilakukan," kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Senin (19/10/2026).
Jeffrey mengatakan, pengumuman yang dikeluarkan MSCI pada Jumat (16/10) lalu memang tidak bisa diperkirakan oleh berbagai pihak. OJK bersama SRO pun terkejut pengumuman itu yang dilanjutkan oleh kepanikan pasar hingga menimbulkan aksi jual dan membuat IHSG mengalami koreksi sekitar 11,57 persen.
"Pengumuman yang disampaikan pada Jumat subuh itu memang tidak diperkirakan oleh banyak pihak. Jadi, jika muncul pertanyaan mengapa pengumuman tersebut dikeluarkan setelah berbagai perkembangan yang sebelumnya mendapat respons positif, kami juga memiliki pertanyaan yang sama," sambungnya.