Alim menjelaskan, pihaknya akan memperkuat kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan dan menguji teknologi pertanian modern. Salah satu yang menjadi perhatian adalah teknologi yang berpotensi meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 10 ton per hektare.
"Insyaallah nanti kita akan coba kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi agar di uji coba, dicoba dan dan nanti diteliti, siapa tahu ada teknologi atau inovasi yang lebih baik lagi. Karena produktivitasnya sangat menjanjikan, bisa di atas 10 ton per hektar. Jadi saya kira kalau itu bisa tercapai, tentu swasembada pangan kita bisa lebih sustainable," kata Alim.
Selain pengembangan teknologi pertanian, Alim juga mendapat tugas untuk meningkatkan produksi komoditas strategis, khususnya kedelai dan bawang putih. Ia menegaskan, peningkatan produktivitas kedelai akan diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan impor.
"Belum juga, saya kira varietas unggul, begitu ya, termasuk juga kedelai. Kedelai saya kira orientasinya adalah bagaimana kita mengurangi impor. Itu saya kira orientasinya.Tentu peningkatan produktivitas, kemudian juga perluasan itu menjadi hal yang penting. Dan juga bawang putih saya kira itu yang tadi ditugaskan ya, untuk menjadi fokus saya ke depan," ucap Alim.
(Taufik Fajar)