Kenapa Mal Jarang Pasang jam Dinding?

Muhammad Fadhil Mubarok, Jurnalis
Senin 19 Oktober 2026 20:18 WIB
Mal (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kenapa Mal jarang pasang jam dinding? Saat berkeliling di pusat perbelanjaan, pernahkah Anda menyadari bahwa hampir tidak ada jam dinding terpasang di sana? Berbagai sudut mal dipenuhi papan petunjuk, layar iklan digital, hingga dekorasi yang menyita perhatian, tetapi jam dinding justru jarang terlihat. 

Kondisi ini berbeda dengan fasilitas umum lain, seperti stasiun, rumah sakit, dan bandara, yang lazimnya memasang jam di banyak titik.
Fenomena tersebut ternyata bukan sebuah kebetulan. 

Sejumlah alasan melatarbelakangi keputusan mal modern untuk tidak memasang jam dinding secara mencolok, mulai dari perubahan kebiasaan masyarakat yang kini mengandalkan telepon pintar hingga strategi desain dan pemasaran pengelola. 

Lantas, apa sebenarnya alasan di balik keputusan tersebut?

1. Membuat pengunjung betah berlama-lama

Semakin lama seseorang berada di pusat perbelanjaan, semakin besar peluangnya untuk berbelanja. Jam dinding menjadi penanda yang gamblang bahwa waktu terus bergulir. Saat menyadari hari sudah sore atau malam, pengunjung bisa saja langsung terpikir untuk pulang. Sebaliknya, tanpa jam di pandangan, mereka cenderung kurang menyadari berapa lama telah menghabiskan waktu berbelanja. 

Meski tidak semua orang otomatis lupa waktu karena ketiadaan jam, minimnya penunjuk waktu dinilai menjadi cara halus untuk menciptakan suasana yang lebih santai saat berkeliling.

Pengelola mal meniadakan jam dinding agar pengunjung kehilangan kesadaran akan waktu dan bertahan lebih lama di area pusat perbelanjaan.

Strategi tersebut disebut distorsi temporal, yaitu perubahan persepsi waktu yang membuat seseorang merasa waktu bergulir tidak sesuai kenyataan. 

Psikolog Laura Geige menyampaikan kepada Metro.co.uk bahwa ketiadaan jam di mal dilandasi psikologi konsumen yang dirancang agar pengunjung lepas dari kesadaran waktu. Kondisi ini membuat pengunjung lebih santai, tidak tergesa-gesa, dan berpeluang membeli lebih banyak barang.

“Semakin lama kamu berada dalam kondisi ini, semakin besar kemungkinan kamu melakukan pembelian tambahan, didorong oleh keterputusan dari komitmen waktu dan jadwal eksternal,” ujar Laura.

Dengan demikian, penghilangan jam dinding menjadi elemen psikologi lingkungan yang efektif untuk memperpanjang durasi kunjungan sekaligus meningkatkan pendapatan mal.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya