Sistem tersebut telah dikembangkan selama sekitar setahun dengan wilayah uji coba awal (pilot project) di Banyuwangi, Jawa Timur. Sejauh ini, pendataan sistem perlinsos digital disebut telah menjangkau 215 kabupaten/kota.
Menurut Luhut, sistem itu akan mengatasi masalah kekeliruan pendataan penyaluran bansos, di mana masyarakat yang berhak mendapatkan bansos kerap kali tereksklusi dari daftar penerima.
“Masyarakat termiskin yang 50 (juta) itu sudah pasti akan diberikan,” ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)