“Dengan menggunakan perlinsos digital ini, exclusion error itu bisa turun sebesar 24,1 persen dan inclusion error juga bisa turun 4,1 persen,” jelas Firman.
Menurut Firman, hasil tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi dapat membantu meningkatkan transparansi sekaligus ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial.
“Artinya digitalisasi perlinsos ini mampu membuat proses bansos lebih transparan dan juga lebih tepat sasaran,” lanjutnya.
Luhut menambahkan bahwa penguatan sistem perlindungan sosial juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang berhak. Ke depan, menurut Luhut, bantuan pemerintah diarahkan semakin berbasis transfer langsung kepada penerima.
“Pemerintah yang nanti akan diberikan dalam bentuk cash transfer. Jadi pemerintah pada ujungnya tidak memberikan subsidi kepada produk lagi,” tutur Luhut.
(Taufik Fajar)