Untuk mempercepat distribusi logistik, BI mengembangkan dasbor rantai pasok terintegrasi yang terhubung langsung dengan neraca pangan milik Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Pemerintah dapat memantau daerah mana yang mengalami surplus dan defisit untuk setiap komoditas, berapa stok yang tersedia, berapa biaya distribusinya, serta jalur distribusi yang paling efisien,” kata Ricky.
Ricky menegaskan, BI bersama 46 kantor perwakilan di daerah terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga pangan.
“Bank Indonesia melalui 46 kantor perwakilan di daerah bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan yang tergabung dalam TPID akan terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga di daerah,” pungkasnya.
(Feby Novalius)