JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (BNI) menyebutkan masih belum berani melakukan revaluasi aset. Padahal, pemerintah melalui paket kebijakannya telah meluncurkan fasilitas revaluasi aset.
Direktur Bank BNI Sutanto mengatakan, manajemen BNI belum berani melakukan revaluasi aset lantaran takut muncul biaya-biaya tambahan yang harus dibayarkan oleh Perseroan.
"Kita kajian ada, tapi belum berani, upaya memang sudah ada," kata Sutanto saat acara Investor Summit di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/11/2015).
Sampai saat ini, kata Sutanto, manajemen Bank BNI sendiri belum ada keputusan untuk melakukan revaluasi aset atau tidak, meskipun ada upaya untuk melakukan revaluasi aset.
"Akhirnya kita belum membuat statement, masih mikir-mikir berapa gede dampak dari nilai aset, jangan sampai menaikan aset tapi kita tetap menambah uang," tukas dia.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.