Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Presiden Jokowi ke Afghanistan, Menteri Ekonomi RI Diminta Dorong Kerjasama Bisnis

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Selasa, 30 Januari 2018 |10:21 WIB
   Presiden Jokowi ke Afghanistan, Menteri Ekonomi RI Diminta Dorong Kerjasama Bisnis
Presiden Joko Widodo. (Foto: Setkab)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghan untuk bahwa pembangunan perdamaian di Afghanistan, harus ditopang dengan pembangunan ekonomi negara itu. Kedua hal itu harus berjalan secara beriringan.

“Tanpa perdamaian tidak akan ada kesejahteraan. Tanpa kesejahteraan, perdamaian tidak akan lestari. Oleh karena itu, pada saat kita bekerja sama membangun perdamaian, maka kerjasama ekonomi harus ditingkatkan secara paralel,” kata Presiden Jokowi di Istana Presiden Agr, Kabul, Afghanistan seperti dilansir dari Situs Setkab (30/1/2018).

Presiden Jokowi menyinggung nilai perdagangan kedua negara yang masih relatif rendah. Padahal, dia percaya bahwa potensi kerja sama perdagangan kedua negara sangat besar.

Baca: Presiden Indonesia Kembali Kunjungi Afghanistan Setelah 57 Tahun

Oleh karena itu, dia akan menindaklanjuti hal tersebut dengan menugaskan jajaran terkait. “Saya telah meminta para menteri saya untuk mendorong business-to-business contact,” ujar Presiden Jokowi.

Sebelumnya, sekitar seratus pengusaha Afghanistan hadir dalam Trade Expo Indonesia pada tahun lalu. Kedatangan mereka membukukan nilai transaksi lebih dari 1,1 juta dollar AS. Presiden Jokowi berjanji untuk mengirimkan delegasi bisnis potensial ke Afghanistan pada triwulan pertama tahun ini.

“Saya yakin interaksi yang lebih intensif antara pebisnis kedua negara dapat membuka berbagai peluang kerjasama,” ujar Presiden Jokowi.

Selain itu, dukungan Indonesia pada upaya perdamaian di Afghanistan turut ditunjukkan dengan kerja sama peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Indonesia, menurut Presiden Jokowi, akan terus meningkatkan program pengembangan kapasitas bagi masyarakat Afghanistan seperti pemberdayaan perempuan, pengembangan UKM, kesehatan, penegakkan hukum, dan tata kelola pemerintahan. “Indonesia juga siap memberikan 100 beasiswa bagi pelajar Afghanistan,” sambungnya.

Di dalam pembicaraan bilateral, berulang kali Presiden Ghani menyampaikan, apresiasi atas komitmen Presiden Jokowi dalam proses perdamaian di Afghanistan, melalui kerja sama dalam konteks Peace Building.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Afghanistan Arief Rachman.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement