Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Sentul City Bidik Dana Rp364 Miliar Lewat IPO

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Jum'at, 07 September 2018 |15:02 WIB
Anak Sentul City Bidik Dana Rp364 Miliar Lewat IPO
Foto: PT Natura City siap IPO (Okezone)
A
A
A


JAKARTA - PT Natura City yang merupakan anak usaha PT Sentul City Tbk (BKSL) akan melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Perusahaan yang mulai beroperasi pada tahun 2011 ini akan melepas 2,6 miliar saham atau sebanyak-banyaknya 49,15% dari modal ditempatkan disetor penuh.

Presiden Direktur Natura City Elfi Darlis mengatakan, harga perdana sahamnya atara Rp110 - Rp140 per saham. Artinya perusahaan akan membidik dana Rp286 miliar hingga Rp364 miliar dari aksi IPO.

”Dengan adanya penawaran umum perdana saham ini maka posisi kas perseroan akan kuat untuk menghadapi situasi kurang menguntungkan di masa yang akan datang," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dana hasil IPO ini sebesar 72% akan digunakan untuk pembayaran hutang terkait dengan pengembangan usaha atau pembelian lahan, 20% untuk pembelian tanah tambahan disekitar dan 8% akan digunakan untuk modal kerja.

Periode penawaran saham Natura City di akan dilakukan pada tanggal 18-19 September. Lalu pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) rencananya akan dilakukan pada tanggal 26 September 2018. Sebagai pelaksana emisi efek, Natura City menunjuk Danatama Sekuritas.

Sepanjang tahun 2017, Natura City mencetak pendapatan Rp246 miliar. Angka itu turun 18,7% dari pendapatan tahun sebelumnya Rp303,2 miliar. Namun, perseroan yakin untuk priode tiga tahun yang akan datang, rata-rata pendapatan tahunan akan tumbuh pada CAGR 19%. Untuk tahun 2018 perseroan menargetkan pendapatan Rp291,2 miliar.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement