5 Fakta Menko Luhut Sebut Lonjakan Kasus Covid-19 karena Kesalahan Ramai-Ramai

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 21 Juni 2021 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 320 2427511 5-fakta-menko-luhut-sebut-lonjakan-kasus-covid-19-karena-kesalahan-ramai-ramai-zgPqASY5IG.jpg Menko Luhut (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kasus Covid-19 di Indonesia melonjak, bahkan mencetak rekor tertinggi pada Jumat 18 Juni 2021. Penambahan kasus Covid-19 ini terjadi usai libur Lebaran.

Tercatat, jumlah kasus virus corona atau Covid-19 bertambah 12.990 pada Jumat (18/6/2021).

Total kasus positif mencapai 1.963.266, sembuh 1.779.127, dan meninggal 54.043 jiwa. Kasus aktif tercatat sebanyak 130.096, jumlah spesimen yang diperiksa 132.215, dan suspek sebanyak 110.472 orang

Hal ini membuat Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meradang. Luhut menyebut, lonjakan kasus Covid-19 merupakan kesalahan bersama.

Baca Juga: Anies ke Pemilik Usaha: Kapasitas Maksimal 50 Persen, Jangan Kompromi

 

Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Senin (21/6/2021).

1. Reaksi Menko Luhut

Menteri Koordinasi Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menilai meningkat kasus Covid-19 di Tanah Air akibat kesalahan bersama-sama.

Dirinya pun menyinggung banyaknya pemimpin yang tidak memberikan contoh baik kepada masyarakat. Namun sayangnya, Luhut tak menjelaskan secara rinci maksud pimpinan tersebut.

2. Kesalahan Bersama-sama

"Sekalian sama-sama mari kita berkaca. Inilah kesalahan kita ramai-ramai. Pemerintah sudah habis-habisan minta supaya kita stay at home tidak mudik, tapi kemarin kita ramai-ramai. Ini buahnya," ujar Menko Luhut dalam webinar, Selasa (15/6/2021).

3. Evaluasi Kasus Covid-19

 

Menko Luhut meminta kepada semua pihak untuk melakukan evaluasi dan merenungkan terhadap kondisi yang terjadi saat ini. Sebab, kata Luhut, tanpa disadari kesalahan yang dibuat secara bersama-sama itu telah menimbulkan korban.

"Semua kita harus melakukan perenungan. Kalau kita sebagai pemimpin tidak memberikan contoh, dampaknya seperti sekarang, banyak korban yang tanpa kita sendiri langsung atau tidak langsung akibat kita sendiri," ujarnya.


4. Tingkatkan Prokes

Luhut pun mengaku prihatin atas meledaknya angka positif Covid-19. Untuk itu meminta kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Pasalnya, varian baru dari India telah masuk ke Indonesia dan diperkirakan lebih ganas.

"Menaiknya eksponensial (kasus aktif) dengan masuknya varian India ini,untuk itu kita harus waspada terhadap hal ini," tandasnya.

5. Varian Baru Masuk Indonesia

Varian virus Covid-19 yang berjenis Delta dari India atau B1617.2 dipastikan sudah masuk ke Indonesia. Varian Delta juga telah ditemukan di Inggris dan menjadi penyebab kenaikan kasus di negara tersebut. Dikabarkan Delta juga lebih menular dari varian yang ditemukan di Inggris yakni B117 atau yang disebut sebagai varian Alpha.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato virus ini makin agresif yang membuat penularannya di Indonesia sangat cepat.

"Tentunya harus kita perhatikan ada beberapa varian Delta atau varian yang sudah agresif ini sudah ada di Bangkalan maupun di Kudus," kata Airlangga dalam video virtual, Selasa (15/6/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini