Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bos Samsung Bebas dari Penjara, Jay Y Lee: Saya Minta Maaf

Dinar Fitra Maghiszha , Jurnalis-Jum'at, 13 Agustus 2021 |11:55 WIB
Bos Samsung Bebas dari Penjara, Jay Y Lee: Saya Minta Maaf
Bos Samsung bebas bersyarat (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Bos Samsung Electronics Lee Jae-yong atau Jay Y. Lee bebas bersyarat pada Jumat (13/8/2021). Lee Jae yong sebelumnya dipenjara karena kasus penyuapan dan penggelapan dana.

Lee (53) yang merupakan Vice Chairman raksasa teknologi tersebut terlihat berada di luar Rumah Tahanan di Seoul, Korea Selatan. Dirinya mengenakan setelah abu-abu gelap dan nampak lebih kurus dibandingkan saat awal penahanannya pada Januari 2021.

Baca Juga: Samsung akan Pakai Bahan Daur Ulang di Produk Selulernya

Kepada awak media Lee memberikan pernyataan. "Saya telah menyebabkan banyak kekhawatiran bagi masyarakat. Saya benar-benar meminta maaf," kata Lee, dilansir Reuters, Jumat (13/8/2021).

Lee berharap dirinya dapat memulai kehidupan baru lagi. "Saya telah mendengarkan rasa khawatir, kritik, sekaligus harapan yang tinggi untuk saya. Saya akan bekerja keras," terangnya di depan wartawan.

Baca Juga: Pewaris Samsung akan Bebas Bersyarat

Dukungan pembebasan dirinya mengalir luas di antara rekan politik, tokoh publik dan kelompok bisnis di sekitarnya. Namun, hal itu tumbuh di tengah keraguan bahwa keputusan strategis ini hadir untuk kalangan konglomerat di Korea Selatan.

Pria kelahiran 23 Juni 2968 ini terbukti bersalah karena kasus penyuapan dan penggelapan yang menjatuhkan mantan Presiden Korsel Park Geun-hye dan kawannya Choi Soon-sil.

Lee menyuap pemerintah agar mendapat dukungan untuk memuluskan transisi kekuasaan di internal Samsung dari ayahnya Lee Kun-hee.

Pada 18 Januari 2021 dirinya dihukum 2,5 oleh pengadilan tinggi setelah terbukti bersalah. Namun belum ada setahun hukuman berjalan, Lee mendapat grasi pembebasan dari pemerintah. Pembebasannya pada 13 Agustus 2021 bertepatan dengan peringatan hari pembebasan nasional (Liberation Day) oleh pemerintah Korea Selatan.

Bukan kali pertama Lee berurusan dengan hukum. Pada Agustus 2017, Lee sempat mendekam di balik jeruji besi setelah divonis penjara selama 5 tahun atas kasus suap.

Pada 5 Februari 2018, Pengadilan banding membebaskan dan menangguhkan hukuman bagi pria yang memiliki harta bersih senilai USD12,5 miliar (Mei 2021) tersebut. Lee yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi di tengah pandemi melalui perusahaannya, masih perlu mengurus izin dari kementerian hukum di Korea Selatan.

Raksasa teknologi Samsung yang merupakan salah satu produsen gawai pintar terbesar di dunia ini sejatinya tidak memiliki dampak atas ketidakhadiran Lee dalam manajemen, kata seorang perwakilan perusahaan.

Kendati demikian, Lee punya posisi strategis yang bisa membuat keputusan proyek investasi besar di perusahaan.

Seperti di antaranya, keputusan terkait pembangunan pabrik Samsung di Amerika Serikat senilai USD17 miliar untuk memproduksi chip canggih masih menungguh kehadiran Lee. Investasi besar ini dilaksanakan di tengah minimnya pasokan chip global dan ketatnya persaingan kompetitor seperti TSMC dan Intel Corp.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement