Hunian di kawasan perkotaan yang dekat dengan akses transportasi, saat ini sedang digandrungi masyarakat, khususnya kaum milenial. Endang (29), karyawati swasta yang berkantor di Setia Budi, Jakarta Selatan, misalnya, menyambut baik hunian di kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurutnya, letak hunian tersebut strategis dan berdekatan dengan transportasi umum, sehingga memudahkan untuk mobilitas sehari-hari. Fasilitas hunian di kawasan TOD juga lengkap, lanjutnya, berkat ada Wi-Fi, fasilitas parkir, petugas keamanan, dapur, ruang tamu, dan lain-lain.
"Untuk harga sewa sih worth it lah, karena didukung dengan fasilitasnya yang lengkap. Kalau saya rencana sih mau ambil hunian yang Rukita Kudus Menteng, karena lebih dekat dengan kantor dan dekat dengan Stasiun Dukuh Atas BNI," ungkapnya.
Hunian di kawasan TOD memiliki berbagai kelebihan dibanding hunian lain, terutama kemudahan akses transportasi umum, serba guna, berorientasi pada pejalan kaki, dan berkelanjutan. Konsep ini merupakan penggabungan residensi dan komersial dalam satu area, yang didesain untuk memaksimalkan akses ke transportasi publik, seperti Commuter Line, Transjakarta, MRT, dan LRT.
Guna merealisasikan hunian di kawasan TOD, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginisiasi hunian terjangkau untuk kelas menengah bertajuk Alaspadu dan Rumapadu. Hunian ini dihadirkan PT MRT Jakarta (Perseroda) melalui anak usahanya PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) yang berkolaborasi dengan pihak swasta.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan dua Perjanjian Kerja Sama tentang Penyelenggaraan Hunian Terjangkau, antara Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda), Farchad Mahfud, dan CEO PT Rukita Bhinneka, Sabrina Soewatdy, serta Direktur Utama PT Cove Living Indonesia, Rizky Kusumo, yang disaksikan Gubernur Anies dan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Mohamad Aprindy.
Alaspadu dan Rumapadu mengakomodir kebutuhan dan kemampuan kelas pekerja menengah (penghasilan Rp 7-20 juta/bulan), yang belum terakomodir dalam program perumahan untuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah dan belum mampu memiliki hunian di pusat kota. Ini juga merupakan bagian dari JakHabitat yang merupakan solusi penyediaan hunian di DKI Jakarta.

"Saya ingin sampaikan pesan kepada seluruh warga Jakarta bahwa kami menyiapkan hunian bagi yang berpenghasilan rendah dan menengah. Dan yang menengah ini disiapkan dengan pola-pola kolaborasi. Maka kami berharap, usaha akan tumbuh berkembang. Kemudian mereka yang membutuhkan tempat akan terfasilitasi, dan kita saat ini sedang menawarkan paradigma baru hidup di kawasan urban," ujar Gubernur Anies.
Ia juga menjelaskan, pihak pengelola bangunan tidak kehilangan propertinya, karena bangunan tersebut tidak dijual maupun dilepas kepemilikannya, melainkan dikelola bersama Pemprov DKI Jakarta. Pemilik gedung dengan Pemprov DKI Jakarta telah melakukan suatu pendekatan kolaborasi untuk menghadirkan hunian tersebut.
"Oleh karena itu, saya mengundang kepada generasi baru Indonesia yang saat ini mulai meniti karier di Jakarta, yang mulai membangun masa depannya. Mari bangun masa depan dengan lifestyle baru, dengan pola mobilitas baru, yaitu mengandalkan kendaraan umum, mengandalkan jalan kaki. Sehingga ini merujuk pada kendaraan bebas emisi, seperti sepeda dan di tempat-tempat yang dekat dengan kawasan pekerjaan," tutur Gubernur Anies.
Target Hunian People Near Transit

Alaspadu merupakan hunian sewa berkonsep co-living, sedangkan Rumapadu merupakan hunian kepemilikan (kelas apartemen). Keduanya dihadirkan di kawasan berorientasi transit yang berjarak sangat dekat dengan stasiun MRT dan moda transportasi publik lainnya, serta harganya terjangkau.
Penyediaan hunian terjangkau di kawasan TOD ini bertujuan meningkatkan penggunaan transportasi publik melalui pengurangan penggunaan kendaraan bermotor pribadi, menciptakan keterjangkauan jarak tempuh masyarakat dari tempat tinggal ke tujuan, sehingga dapat mendorong pertumbuhan kota secara berkelanjutan, serta membantu ketersediaan hunian bagi masyarakat yang belum dan kesulitan dalam mendapatkan akses hunian yang berkualitas.
Lebih lanjut, kerja sama tersebut telah menghasilkan 359 unit Alaspadu, dengan rincian 106 unit siap huni dan 253 unit dalam tahap persiapan/penjajakan kerja sama. Hunian Alaspadu tersebar di sekitar tiga stasiun MRT Jakarta, yaitu Rukita Kudus Menteng (54 Unit) yang berjarak sekitar 550 meter dari Stasiun Dukuh Atas BNI, Rukita Jack House Melawai (25 Unit) yang berjarak 290 meter dari Stasiun Blok M BCA, dan COVE Sky Cipete (27 Unit) yang berjarak 700 meter dari Stasiun Cipete Raya.
Selain itu, 320 unit Rumapadu yang dalam tahap pembangunan berlokasi di One Bell Park Apartment, Fatmawati, yang berjarak sekitar 1,6 kilometer dari Stasiun Fatmawati.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Mohamad Aprindy menyatakan, sebagai operator utama pengelola kawasan berorientasi transit di sepanjang jalur MRT fase I, PT MRT Jakarta (Perseroda) berkewajiban untuk menghadirkan akses yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Salah satu prinsip pengembangan kawasan berorientasi transit ialah fungsi campuran yang di dalamnya termasuk hunian dalam radius jalan kaki. Kerja sama dengan pelaku usaha properti, seperti COVE Living Indonesia dan Rukita Bhinneka, merupakan upaya kolaboratif dalam mewujudkan hal tersebut. Ke depan, kami akan terus menggali potensi kerja sama lainnya demi mewujudkan kawasan berorientasi transit di setiap stasiun MRT Jakarta,” tuturnya.
Direktur Utama PT ITJ Aidin Barlean juga menyampaikan sejumlah strategi penyediaan hunian terjangkau. “Sejauh ini, kami menerapkan tiga strategi, yaitu bekerja sama dengan perusahaan unit properti aktif seperti COVE dan Rukita, mengakuisisi dan mengonversi unit-unit yang belum terutilitasi secara optimal, dan membangun baru di lahan-lahan kosong (greenfield),” pungkas Aidin.
Perlu diketahui, penyediaan hunian terjangkau di kawasan TOD ini juga dalam rangka merealisasikan target People Near Transit (jumlah penduduk bermukim dalam radius 800 meter dari titik transit) 70 persen pada 2030, dan penyediaan 20 persen hunian terjangkau di setiap kawasan berorientasi transit sesuai Peraturan Gubernur No. 67 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Kawasan Berorientasi Transit.
Untuk informasi terkait hunian terjangkau Alaspadu dan Rumapadu dapat dilihat di Galeri Huni JakHabitat di Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan, atau website dan akun media sosial MRT Jakarta. Sementara untuk pendaftaran melalui Website/Aplikasi Rukita atau Cove https://www.rukita.co/collections/alaspadu-rukita-mrt.
Cari dan pilih hunian yang diminati, lalu isi formulir pemesanan/registrasi, kemudian verifikasi formulir pemesanan/registrasi. Jika sudah terverifikasi, calon penghuni dapat segera menempati hunian. Ke depan, sistem pendaftaran akan terintegrasi dengan aplikas dan website khusus TOD. Sedangkan untuk hunian kepemilikan Rumapadu dapat mendaftar di marketing gallery yang berlokasi di One Bell Park Mall Fatmawati.
(Agustina Wulandari )