Pemerintah melakukan pengalihan anggaran dari belanja non-prioritas (rapat, seremonial, operasional) menuju belanja produktif dengan potensi nilai mencapai Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun. Anggaran ini akan diarahkan untuk dampak langsung ke masyarakat, termasuk rekonstruksi bencana di Sumatera.
Implementasi B50 mulai berlaku 1 Juli 2026, berpotensi menghemat penggunaan BBM fosil sebanyak 4 juta kiloliter dengan nilai efisiensi subsidi mencapai Rp48 triliun. Kemudian pembelian BBM akan diatur menggunakan barcode MyPertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan (kecuali kendaraan umum).
Program MBG diarahkan pada penyediaan makanan segar selama 5 hari seminggu dengan pengecualian khusus untuk asrama, daerah 3T, dan wilayah dengan tingkat stunting tinggi. Optimalisasi skema ini berpotensi memberikan penghematan sebesar Rp20 triliun.
Sektor swasta diimbau melakukan efisiensi energi dan pengaturan WFH sesuai karakteristik usaha. Sementara sektor pendidikan dasar hingga menengah tetap berjalan luring secara normal (5 hari seminggu). Sektor strategis seperti kesehatan, keamanan, dan logistik tetap bekerja secara tatap muka (100 persen).
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.