Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Kedua Ganjil-Genap, Antrean SPBU di Bali Berkurang

Feby Novalius , Jurnalis-Minggu, 18 Oktober 2026 |21:16 WIB
Hari Kedua Ganjil-Genap, Antrean SPBU di Bali Berkurang
Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali mulai berkurang. (Foto: Okezone.com/Pertamina)
A
A
A

JAKARTA— Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali mulai berkurang pada hari kedua penerapan sistem ganjil-genap untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. 

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus memantau kondisi di lapangan sekaligus memastikan ketersediaan stok BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan hasil pemantauan tim di lapangan menunjukkan penurunan antrean di hampir seluruh SPBU di Bali pada Minggu (18/10).

“Berdasarkan pemantauan tim di lapangan, penerapan ganjil-genap pada hari kedua menunjukkan perkembangan positif. Antrean kendaraan mulai berkurang di hampir seluruh SPBU di Bali,” ujar Ahad.

Untuk menjaga kelancaran pelayanan, Pertamina tetap menyiagakan SPBU yang beroperasi selama 24 jam di sejumlah wilayah, meliputi Kabupaten Jembrana, Tabanan, Karangasem, Buleleng, Badung, serta Kota Denpasar. Langkah ini dilakukan untuk membantu mengurai antrean hingga kondisi pelayanan di SPBU kembali normal.

Di sisi lain, Pertamina melakukan pemantauan stok BBM secara digital selama 24 jam. Berdasarkan pemantauan perusahaan, stok Pertalite dan Biosolar masih tersedia untuk melayani kebutuhan masyarakat.

“Kami terus memantau kondisi stok BBM di Bali, khususnya produk Pertalite dan Biosolar, serta berkoordinasi dengan seluruh SPBU untuk memastikan ketersediaan pasokan dan pelayanan berjalan sesuai ketentuan,” kata Ahad.

Pertamina juga berkoordinasi dengan Integrated Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran untuk memprioritaskan penyaluran BBM ke SPBU dengan tingkat konsumsi tinggi. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran distribusi dan mencegah penumpukan antrean akibat keterlambatan pasokan di titik-titik dengan kebutuhan besar.

Penerapan sistem ganjil-genap merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina Patra Niaga dan pemangku kepentingan terkait untuk mengurai antrean pengisian Pertalite. Kebijakan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17–19 Oktober 2026, dengan pengaturan berdasarkan angka terakhir pelat nomor kendaraan sesuai tanggal pemberlakuan.

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus mengevaluasi perkembangan antrean di berbagai wilayah Bali. Penyesuaian operasional dan distribusi BBM akan dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar penyaluran energi dapat berlangsung tertib dan merata. Masyarakat juga dapat memperoleh informasi terbaru mengenai layanan SPBU di Bali melalui akun Instagram resmi **@patraniaga.jatimbalinus** dan @pertaminabali.

Untuk menyampaikan kendala atau mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan energi, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement