JAKARTA - PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) menaikan harga jual ban produksinya lantaran bahan bakunya, yakni karet mengalami kenaikan yang mencapai 300 persen.
Corporate Secretary Goodyear Agus Setiyanto pihaknya menyebut bahwa memang ada penurunan margin keuntungan dari Rp121 miliar dari 2009 lalu menjadi Rp75 miliar pada tahun 2010.
"Kenaikan harga karet pasti berdampak bagi kami. Per Mei ini kami juga menaikkan harga jual ban, tapi kita tidak bisa mengatakan angka persisnya," katanya di Jakarta, Senin (21/6/2011).
Selain itu, pihaknya juga berencana memaksimalkan kapasitas terpasang produksinya mencapai jumlah maksimal yaitu 12 ribu unit per hari. "Kemarin-kemarin kita memang mengatakan kapasitas terpasang kita 12 ribu unit per hari tapi realisasinya hanya 11 ribu unit. Jadi ke depan kita akan maksimalkan," paparnya lagi.
Investasi yang digelontorkan untuk maksimalisasi kapasitas produksi ini sendiri menurutnya tidak ada karena pihaknya hanya akan menambah orang.
Mengenai rencana bayar utang kepada HSBC, pihaknya berencana akan terus membayarkan utang yang totalnya berjumlah USD30 juta dan jatuh tempo tahun depan.
Sebagai informasi, laba bersih Goodyear di kuartal satu tahun ini mengalami penurunan sekira 43 persen menjadi USD1,3 juta dari angkanya di tahun lalu yang mencapai USD 2,3juta. Proyeksi laba di kuartal kedua maupun sampai akhir tahun ini, pihaknya belum bisa memprediksinya.
Namun, saat ini Goodyear mengaku sedang melakukan penjajagan untuk masuk ke perusahaan otomotif GM. Meskipun secara detailnya, mereka belum bisa memastikan.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.