Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BM Tepung Bisa Sebabkan Neraca Dagang RI-Turki Defisit

Iwan Supriyatna , Jurnalis-Jum'at, 18 Januari 2013 |13:36 WIB
 BM Tepung Bisa Sebabkan Neraca Dagang RI-Turki Defisit
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Asosiasi Eksportir Gandum, Kacang-kacangan dan Minyak Sayur Turki menyatakan pemberlakuan safeguard disinyalir dapat merusak hubungan dagang antara Turki dengan Indonesia. Aturan tersebut, mengenakan tarif Bea Masuk (BM) sebesar 20 persen.

Perwakilan Asosiasi Eksportir Gandum, Kacang-kacangan dan Minyak Sayur Turki Avsin Kasikci mengatakan, volume impor Indonesia dari Turki hingga saat ini mencapai 10 persen atau senilai USD200 juta.

"Indonesia masih merupakan importir terpenting bagi Turki. Total ekspor kami USD400 juta secara keseluruhan," ujar Avsin, di Hotel Four Season, Jakarta, Jumat (18/1/13).

Avsin menjelaskan, sejak kasus ini mencuat pada 2012, ada kemungkinan Indonesia tidak lagi menjadi importir gandum Turki terbesar. "Kasus safeguard ini berpotensi menciptakan defisit perdagangan Indonesia Turki yang cukup signifikan," kata dia.

Menurutnya, pemberlakuan BM tepung impor telah diusulkan Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) melalui Kementerian Perdagangan dan Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo) juga mengusulkan permintaan serupa.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement