JAKARTA - Ke mana-mana bisnis seolah tidak pernah lepas dari kata utang. Baik utang bisnis itu sendiri, misal pembelian material, kontrak kerja, atau pun utang yang diperoleh dari bank.
Utang bisa menjadi teman, terkadang bisa menjadi musuh. Nah, simak sembilan akibat utang yang bisa membuat bisnis ambruk.
1. Pada medio beberapa waktu lalu, banyak dikenal istilah cash back dalam utang. Biasanya memanfaatkan sarana kredit pemilikan rumah (KPR) dengan mengambil utang KPR lebih tinggi dari pada yang seharusnya dibayarkan ke pemilik rumah. Misal harga rumah Rp100 juta, tapi mendapatkan KPR Rp150 juta. Sehingga memperoleh selisih Rp50 juta. Dan selisih ini digunakan untuk bisnis. Angsuran KPR pasti, bisnisnya tidak pasti.
2. Refinance aset, dibelikan aset lagi, berbasis utang. Model ini adalah memanfaatkan aset yang ada untuk menjadi agunan di bank. Dan hasilnya digunakan untuk membeli aset baru. Parahnya aset baru ini dibeli dengan berbasis utang lagi.