JAKARTA - Nampaknya, rally yang terjadi pada indeks harga saham gabungan (IHSG) belakangan ini terancam akan terhenti total pada perdagangan hari ini.
"Penutupan IHSG di bawah 2.330 adalah sebuah sinyal bearish," seperti dikutip dari analisa Trimegah Securities di Jakarta, Kamis (6/8/2009).
Dia melanjutkan, support pertama dari perdagangan hari ini adalah di 2.300, sementara support selanjutnya akan berada di 2.175.
Akan tetapi, tren naik jangka pendek IHSG baru benar-benar berakhir jika pada hari ini IHSG ditutup dibawah suport 2.300. Kisaran 2.175 - 2.200 akan menjadi target jika suport ini ditembus.
Terkait dengan penurunan tingkat suku bungan acuan Bank Indonesia (BI rate), investor harus hati-hati pada tekanan jual dari saham yang terkait langsung dengan maslaha suku bunga ini.
"Waspadai tekanan jual pada interest related sector, terkait dengan semakin sempitnya ruang bagi BI untuk menurunkan BI-rate," ungkapnya.
Sebelumnya, IHSG pada perdagangan kemarin, Rabu (5/8/2009) terkapar dengan ditutup anjlok. Para investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah indeks saham belakangan ini menguat tajam. Tercatat penurunan indeks sebanyak 43,031 poin atau turun 1,82 persen ke level 2.317,063.
Sentimen positif pemangkasan BI rate sebesar 25 basis poin dari 6,75 persen menjadi 6,5 persen tidak berhasil mengkerek IHSG seperti yang banyak diprediksikan. Hal ini karena, pasar menilai belum adanya imbas penurunan bunga kredit atas pemangkasan tingkat suku bunga acuan itu terhadap sektor riil.
(Rani Hardjanti)