JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan awal pekan ini berhasil menginjak level terbaru di Rp9.670 per USD.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (30/9/2009), rupiah ditutup di kisaran Rp9.679-Rp9.649 per USD, menguat dibanding perdagangan kemarin di kisaran Rp9.720 - Rp9.750 per USD.
Di pasar valuta, dolar Amerika berbalik menguat atas yen di sesi perdagangan hari Selasa, dari level terendah delapan bulan yang dicapai sehari sebelumnya, setelah Menteri Keuangan Jepang, Hirohisa Fujii tidak menepis kemungkinan intervensi di pasar valuta berkenaan dengan menguatnya nilai tukar Yen.
Fujii pada Selasa mengatakan bahwa pemerintah akan mengambil langkah yang diperlukan bila terjadi pergerakan valuta yang di luar kebiasaan.
Namun penguatan dolar Amerika terbatas karena pelaku pasar masih melihat ruang bagi berlanjut menguatnya yen. Dalam
komentarnya setelah ditunjuk sebagai Menteri Keuangan, Fujii senang dengan kondisi yen yang menguat di mana pemerintah Jepang ingin memacu konsumsi domestik.
Seperti dikutip Valbury Securities, pelaku pasar mengatakan bahwa dolar Amerika masih tetap lemah kecuali ada data positif dari ekonomi AS yang membuat berkembangnya spekulasi akan segera dinaikkannya suku bunga.
Beberapa investor berspekulasi bahwa kemungkinan aksi intervensi akan meningkat bila nilai tukar dolar Amerika atas yen merosot di bawah 85 yen, karena level tersebut akan menjadi berat bagi eksportir Jepang.
Pelaku pasar tidak terpengaruh oleh data yang menunjukkan bawah economic sentiment zona euro sedikit lebih tinggi dari perkiraan pada September, naik menjadi 82,8 dari 80,8 pada Agustus, sementara forecast pada angka 82,2.
(Rani Hardjanti)