Laba Bersih KIAS Rp27,3 Miliar

, Jurnalis
Senin 05 April 2010 11:45 WIB
Foto: Heru Haryono/Okezone.com
Share :

JAKARTA - PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS) mencetak laba bersih sepanjang 2009 sebesar Rp27,3 miliar pada 2009 atau naik 26,97 persen dibanding Rp21,5 miliar pada tahun sebelumnya.

"Adapun di tengah krisis ekonomi global sebagai dampak dari subprime mortgage, yang imbasnya juga dirasakan di Indonesia, Perseroan mengalami penurunan penjualan," ungkap Direktur Utama KIAS Rico Susilo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (5/4/2010).

Selain itu aktiva perseroan di 2009 tercatat sebesar Rp1,32 triliun atau mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan 2008 sebesar Rp830 miliar.

Kenaikan ini merupakan dampak peningkatan penyertaan saham dan konsolidasi laporan keuangan yang dilakukan Perseroan terhadap unit usaha PT KIA Serpih Mas (KSM) sehingga terjadi peningkatan piutang usaha, persediaan dan aset tetap dalam jumlah yang cukup signifikan sebagaimana halnya peningkatan kewajiban lancar dan kewajiban tidak lancar.

Sekadar informasi, pada November 2009, perseroan telah meningkatkan penyertaan saham dari 1,29 persen menjadi 86,68 persen di PT KSM , yang memproduksi ubin keramik lantai, sehingga terbentuk sinergi antara perseroan dan anak perusahaan sebagai produsen keramik yang lengkap dan terkonsolidasi, mulai dari ubin keramik lantai, ubin keramik dinding dan genteng keramik.

KIAS merupakan pionir di bidang industri keramik dinding dan didirikan tahun 1968. Sejak 1994 mulai listing di Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan KIAS. Memiliki dua anak perusahaan yakni PT KIA Keramik Mas (KKM, bergerak di industri genteng keramik) dan PT KIA Serpih Mas (KSM, bergerak di industri keramik lantai).

Perseroan dan anak perusahaan memiliki beberapa pabrik di Cileungsi, Karawang dan Gresik dengan total kapasitas produksi 10,8 juta meter persergi per tahun (KIA), 22 juta keping per tahun (KKM) dan 20,4 juta meter persergi per tahun (KSM) dengan brand LaCasa, KIA, Impresso dan Spectra.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya