JAKARTA - Produsen ban kendaraan bermotor, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) masih memiliki utang sebesar USD26,25 juta kepada HSBC. Rencananya, perseroan bakal membayar sebanyak USD7,5 juta pada tahun ini.
"Tiap tahun kita harus membayar sebesar USD7,5 juta," kata Direktur Keuangan GDYR Chandra Wuisantono dalam paparan publiknya di Jakarta, Selasa (27/4/2010).
Dia menjelaskan jika untuk membiayai ekspansinya pada 2009 lalu, pihaknya meminjam dana sebesar USD30 juta. "Kita sudah membayar sebanyak USD3,75 juta, jadi tinggal USD26 jutaan," imbuhnya.
Selanjutnya, dia menjelaskan jika utang yang dimilikinya kepada HSBC tersebut akan memiliki tenggat waktu selama lima tahun. Ekspansi yang dilakukan perseroan tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi perseroan. Di mana awalnya kapasitas produksi hanya delapan ribu ban per hari, menjadi 200 ribu ban per hari.
Untuk 2010, belanja modal (capital expenditure/capex) hanya akan dipergunakan untuk maintenance. "Tapi angkanya belum tahu, karena nilainya masih belum disebutkan," ungkapnya.