Sesi I, IHSG Masih Bergerak Lemah

Andina Meryani, Jurnalis
Senin 29 November 2010 12:30 WIB
ilustrasi
Share :

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga siang ini makin ambles diwarnai aksi wait and see investor akan pergerakan saham di bursa regional serta melempemnya perdagangan sektor unggulan dalam negeri.

IHSG, Senin (29/11/2010) sesi I ambles 37,22 poin atau 1,02 persen ke 3.605,28. Sementara indeks LQ45 turun 6,47 poin ke 655,37, dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,35 ke 522,75.

Nilai transaksi tercatat Rp1,923 triliun dengan volume 2,92 miliar lembar saham. Sebanyak 49 saham bergerak melemah, 167 saham menguat, dan 60 saham tak mengalami perubahan harga.

Bursa Asia hingga siang ini masih bergerak mixed dimana indeks Nikkei 225 naik 74,49 poin atau 0,74 persen ke 10.114,05, diikuti Hang Seng yang naik 13,10 poin atau 0,06 persen. Sementara Strait Times justru turun 7,82 poin atau 0,25 persen ke 3.150,26.

Hampir seluruh sektor bergerak lesu, hanya sektor infrastruktur yang naik 7,4 poin dan sektor properti yang naik 0,07 poin. Sedangkan sektor pertambangan memimpin penurunan dengan anjlok 39,22 poin, sektor manufaktur ambles 13,98 poin, dan sektor konsumsi ambruk 23,74 poin.

Saham yang bergerak menguat (top gainers) antara lain PT Schering Plough Indonesia Tbk (SCPI) naik Rp2.000 ke Rp37.900, PT Indospring Tbk (INDS) naik Rp1.250 ke Rp15.400, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) naik Rp600 ke Rp11.200,  PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) naik Rp400 ke Rp10.000, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp350 ke Rp24.450.

Sementara saham yang bergerak melemah (top lossers) adalah PT Sepatu Bata Tbk (BATA) turun Rp3.000 ke Rp62.000, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.250 ke Rp41.250, PT Multibreeder Adirama Industri Tbk (MBAI) turun Rp950 ke Rp17.900, PT  Astra Otoparts Tbk (AUTO) turun Rp700 ke Rp16.400 dan PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp700 ke Rp23.400.(adn)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya