JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) mengagendakan sebanyak 324 program dengan total nilai investasi mencapai Rp2,8 triliun.
Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S Sunoko menuturkan, sebagian besar dari program-program tersebut diorientasikan untuk pengembangan maupun pembangunan bandara, serta sistem pendukung operasional lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap penumpang.
Disebutkan, dari 12 bandara yang dikelola Angkasa Pura II, sembilan bandara di antaranya sedang dalam program pengembangan yang kesemuanya dikerjakan secara simultan berkesinambungan mulai 2011 ini.
Kesembilan bandara tersebut adalah Soekarno-Hatta (Jakarta), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Sultan Thaha (Jambi), serta Depati Amir (Pangkal Pinang).
"Mayoritas pengembangan yang dilakukan adalah menambah kapasitas terminal penumpang. Ada yang kita perluas bangunan aslinya, ada juga yang kita relokasi dan membangun terminal baru. Sebagian proyek sudah mulai berjalan pembangunan fisiknya, sebagian lagi siap dikerjakan, salah satunya adalah Soekarno-Hatta yang kita programkan ground breaking awal 2012,” jelas Tri dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamsi (21/7/2011).
Selain kesembilan bandara tersebut, imbuhnya, AP II saat ini juga tengah melakukan proses penyelesaian pembangunan bandara baru di Medan, Sumatera Utara, sebagai pengganti Bandara Polonia, yang tahapan pembangunannya telah mencapai total 75 persen.
(Widi Agustian)