JAKARTA - BUMN Tower yang saat ini masih dalam tahap perencanaan diharapkan bisa menjadi alat komunikasi yang efisien bagi sesama BUMN.
"BUMN-BUMN itu agar lebih efisien, punya tempat agar tidak menyewa. Tujuannya jelas bukan untuk jor-joran tapi agar komunikasi lebih efektif," ungkap Deputi Menteri Badan Usaha Milik Negara Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widayatin saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (7/9/2011).
Menurutnya, ada tiga wilayah yang dibidik sebagai lahan pembangunan BUMN Tower tersebut. Di antaranya adalah di pancoran seluas 14 hektare (ha), Artha Loka yang seluas 3,3 ha, dan di sekitar Kemayoran.
"Namun yang di Artha Loka lokasinya terlalu prima. Tapi, untuk BUMN dengan penghasilan besar seperti Telkom dan Pertamina saya kira tidak masalah," terangnya.
Sebelumnya Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan jika akan dibangun BUMN Tower dengan investasi sekira Rp1 triliun.
Adapun perusahaan konstruksi yang telah bersedia menjadi tender pembangunan tower tersebut di antaranya adalah Ciputra. Namun, perusahan konstruksi plat merah juga nampak antusias bisa memenangkan tender pembangunan tower tersebut.
"Siapa saja, baik swasta maupun BUMN yang menang kita adu konsep dulu yang terbaik. Yang menentukan bukan megah atau tingginya. Mereka berlomba tawarkan yang terbaik, masing-masing dipelajari," tandasnya. (mrt)
(Rani Hardjanti)