Tak Cuma Rupiah, Rupee India Juga Anjlok Gila-gilaan

Petrus Paulus Lelyemin, Jurnalis
Senin 19 Agustus 2013 18:03 WIB
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA – Mata uang India dan Indonesia terlihat menembus batas terendahnya hari ini. Rupee dan Rupiah, mata uang kedua negara tersebut turun tajam terhadap dolar AS.

Seperti dilansir dari Financial Times, Senin (19/8/2013), rupee terus menurun tanpa henti, mencapai level terendah terhadap dolar AS. Pelaku pasar berharap pemerintah telah berhasil menenangkan pasar keuangan. Mata uang itu menyentuh level terendah baru 62,70 ringgit per USD siang tadi.

Nilai tersebut turun di bawah level terendah yang pernah dialami sewaktu pasar saham jatuh secara dramatis pada Jumat lalu, yakni turun sekira 1,7 persen dari penutupan sebelumnya. Sementara indeks saham India, Sensex turun 2,3 persen.

Sementara mata uang Rupiah turun sekira 2 persen yang memicu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sampai 5 persen. Data yang dirilis akhir pekan lalu oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa defisit neraca Indonesia melebar tajam pada kuartal kedua menjadi 4,4 persen dari produk domestik bruto.

Seperti India, Indonesia bergantung pada modal asing untuk mendanai defisit tersebut. Tapi investor global telah menarik kembali dari pasar negara berkembang sejak Mei, di tengah harapan AS segera bisa mulai membalikkan kebijakan moneternya.
 
Rupee pun menyusul terpuruknya dolar Australia dan yen Jepang untuk menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia tahun ini, setelah jatuh 12 persen terhadap dolar AS.

Serangkaian intervensi oleh bank sentral India, Bank of India dalam beberapa pekan terakhir yang ditujukan untuk melindungi rupee telah membuat kupon obligasi melonjak, tetapi hal itu belum berhasil membendung kejatuhan rupee.

Selama akhir pekan, berbagai tokoh ekonomi, termasuk Perdana Menteri Manmohan Singh mencoba menenangkan kekhawatiran investor. Mereka menyatakan bahwa campur tangan negara terhadap melemahnya pertumbuhan dan kesenjangan transaksi berjalan berkelanjutan telah mendorong ekonomi India menuju titik krisis.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya