BANYUMAS- Kenaikan harga Elpiji 12 kilogram (kg) juga dibarengi dengan kelangkaan Elpiji 3 kg. Salah satunya di Banyumas Jawa Tengah, kelangkaan Elpiji 3 kg sudah terjasi sejak dua minggu terakhir.
Akibatnya, beberapa warga terpaksa menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar. Masyarakat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah kini semakin sulit mencari Elpiji isi 3 kg.
Di sejumlah pangkalan, seperti Kecamatan Purwokerto, Kecamatan Ajibarang, Kecamatan Kalibagor dan beberapa lokasi lainnya Elpiji 3 kg saat ini kosong.
Menurut Ety Supriati (50) salah satu pemilik pangkalan gas Elpiji 3 kg di desa Ajibarang Kecamatan Ajibarang mengatakan, saat ini pangkalan miliknya sering kosong. Padahal, warga saat ini banyak yang membutuhkan Elpiji 3 kg karena harga Elipiji 12 kg sudah tidak terjangkau.
“Saat ini stok sedang habis, padahal warga sini banyak yang menanyakan gas 3 kg,” ujar Ety Supriatinya, Minggu (4/1/2015).
Sementara itu, Tuminah (63) salah seorang warga Desa Kracak Ajibarang mengatakan, dirinya kini menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar karena kesulitan mencari gas Elpiji 3 kg.
“Mau bagaimana lagi, gas susah dicari, terpaksa ya pakai kayu bakar,” ujar Tuminah.
Kelangkaan Elpiji 3 kg sangat disesalkan warga, terutama karena gas melon bersubsidi ini sudah menjadi andalan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat sendiri mengaku bingung, kenapa di saat harga Elpiji 12 kg melambung tinggi justru Elpiji isi 3 kilogram langka. Warga berharap pemerintah dan PT Pertamina (Persero) bisa melakukan operasi pasar terhadap langkanya Elpiji 3 kg.
(Rizkie Fauzian)