Gas Melon Langka, Warga Pilih Kayu Bakar

Saladin Ayyubi, Jurnalis
Minggu 04 Januari 2015 14:05 WIB
Gas Melon Langka, Warga Pilih Kayu Bakar (Ilustrasi: Reuters)
Share :

BANYUMAS- Kenaikan harga Elpiji 12 kilogram (kg) juga dibarengi dengan kelangkaan Elpiji 3 kg. Salah satunya di Banyumas Jawa Tengah, kelangkaan Elpiji 3 kg sudah terjasi sejak dua minggu terakhir.

Akibatnya, beberapa warga terpaksa menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar. Masyarakat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah kini semakin sulit mencari Elpiji isi 3 kg.

 

Di sejumlah pangkalan, seperti Kecamatan Purwokerto, Kecamatan Ajibarang, Kecamatan Kalibagor dan beberapa lokasi lainnya Elpiji 3 kg saat ini kosong.

Menurut Ety Supriati (50) salah satu pemilik pangkalan gas Elpiji 3 kg di desa Ajibarang Kecamatan Ajibarang mengatakan, saat ini pangkalan miliknya sering kosong. Padahal, warga saat ini banyak yang membutuhkan Elpiji 3 kg karena harga Elipiji 12 kg sudah tidak terjangkau.

“Saat ini stok sedang habis, padahal warga sini banyak yang menanyakan gas 3 kg,” ujar Ety Supriatinya, Minggu (4/1/2015).

Sementara itu, Tuminah (63) salah seorang warga Desa Kracak Ajibarang mengatakan, dirinya kini menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar karena kesulitan mencari gas Elpiji 3 kg.

“Mau bagaimana lagi, gas susah dicari, terpaksa ya pakai kayu bakar,” ujar Tuminah.

Kelangkaan Elpiji 3 kg sangat disesalkan warga, terutama karena gas melon bersubsidi ini sudah menjadi andalan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Masyarakat sendiri mengaku bingung, kenapa di saat harga Elpiji 12 kg melambung tinggi justru Elpiji isi 3 kilogram langka. Warga berharap pemerintah dan PT Pertamina (Persero) bisa melakukan operasi pasar terhadap langkanya Elpiji 3 kg.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya