Vice President Refining Technology Refining Directorat Pertamina Budi Santoso Syarif mengatakan, ketika program konversi dilakukan, stok kerosene sangat berlimpah bahkan mencapai 92 hari.
Agar kerosene ini tetap menghasilkan nilai tambah, Pertamina menjadikannya sebagai BBM untuk pesawat terbang yakni avtur.
"Jadi stok kerosene banyak diubah ke avtur, karena ada konversi minyak tanah ke Elpiji," ucap Budi, di Jakarta, Jumat (23/1/2015).
Menurut Budi, proses kerosene menjadi avtur ini harus melalui proses yang dinamakan hidro heater. Hal ini dilakukan karena kerosene memiliki titik beku yang berbeda dengan avtur. Selain dijadikan avtur, ada sebagian kerosene dijadikan BBM jenis Solar.
"Kerosen kita jadikan ke avtur, ke solar juga bisa. Kerosene sama avtur beda titik beku makanya kero dimasukan ke dalam hidro heater. Titik beku lebih rendah lagi. Ini buat pesawat terbang, ini dimaksimalkan," paparnya.
Namun, dirinya tidak menjelaskan secara detil mengenai produksi kerosene dan avtur. "Saya lupa, ada datanya, tapi saya tidak berani menyebutkan," tukasnya.
(Rizkie Fauzian)