JAKARTA - Menteri Perindustrian M Saleh Husin mengaku, mendorong industri yang berorientasikan ekspor dengan bahan baku dalam negeri, merupakan tujuan utamanya. Hal itu akan terus menjadi perhatian utamanya hingga masa jabatannya habis.
Kalimat tersebut dilontarkannya ketika menyambangi MNC Grup Media bersama dengan suruh pejabat eselon I dan II. Menurutnya, seharusnya dengan kondisi nilai mata uang Dollar Amerika Serikat (AS) yang sedang mendominasi mata uang global, bisa dimanfaatkan dengan mendorong ekspor Indonesia.
"Kita prioritaskan tentu industri yang berorientasikan ekspor dan berbahan baku lokal. Ini kesempatan, karena nilai dolar yang saat ini semakin tinggi," tuturnya di MNC Plaza, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (2/2/2015).
Oleh karena itu, lanjut Saleh, saat ini Pemerintah tengah mengenjot pembangunan kawasan-kawasan industri di luar pulau jawa. Setidaknya akan ada 14 kawasan industri yang akan dibangun berdasarkan potensi Sumber Daya Alam(SDA) masing-masing wilayah.
"Misalnya berbasis CPO di Bitung atau di Kalimantan Selatan. Kemudian di Lampung yang berbasis Maritim, semua potensi kita dorong," ucapnya.
Setidaknya sudah ada dua wilayah yang sudah dimulai pembangunannya, yakni Gersik dan Demak. Saleh berharap, kedua kawasan industri tersebut dapat menjadi contoh nyata untuk wilayah lainnya.
"Mudah-mudahan bulan April sudah mulai produksi perdana," pungkasnya.
(Fakhri Rezy)