"Setelah groundbreaking (Tol Ciawi-Sukabumi) besok pagi harus sudah mulai. Namun yang lebih penting, pencanangan ini menandakan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," papar Basuki dalam acara groundbreaking Tol Ciawi-Sukabumi, Bogor, Senin (9/2/2015).
Basuki menjelaskan, kini tidak banyak negara yang berani menargetkan pertumbuhan ekonomi tinggi. Meski demikian, Indonesia tetap berani menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8 persen pada 2015.
"Jadi saya sepakat dengan bapak Hary (CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo), pembangunan jalan tol ini (Tol Ciawi-Sukabumi) akan menggerakkan ekonomi, bukan hanya Ciawi dan Jawa Barat, tapi Indonesia secara keseluruhan," tutur Basuki.
Lebih lanjut Basuki menjelaskan, bisnis jalan tol kini dapat digeluti oleh para pengembang, namun dengan prioritas adanya perbaikan regulasi. Diharapkan, dengan adanya pembangunan ini maka dapat mendorong bisnis jalan tol lebih lancar.
Menurutnya, jika pengembangan jalan tol menjadi salah satu program kabinet kerja Pemerintahan Jokowi. Meliputi Pembangunan Trans-Java tol. "Meskipun ada masalah, kami akan segera bebaskan lahan-lahan yang bermasalah," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)